Site icon Ujung Jari

Longsor Kecil di Andi Mappatangka, Satu Petepete Terjerembab Sedalam 10 Meter

GOWA, UJUNGJARI.COM — Hujan deras yang mengguyur kota Malino, Minggu siang (3/2/2019) hingga sore, juga menimbulkan sebuah longsor kecil di kawasan Jalan Andi Mappatangka. Tepatnya di belokan depan RM Riung Gunung menuju Sungguminasa.
Meski longsoran dalam skala kecil, dimana talut jalan runtuh tergerus derasnya hujan dan jatuh ke bawah membuat sebuah petepete yang sedang melintas terlihat panik sehingga sopir bernama Basir Dg Ngalli terpaksa banting stir ke kiri sehingga tak sadar berada tepat dipinggir jurang dan akhirnya melorot jatuh sedalam 10 meter.
Akhirnya petepete yang memuat delapan orang penumpang termasuk sopir tersebut terjerembab turun ke sisi jalan sedalam 10 meter. Beruntung dari delapan orang isi petepete tersebut hanya mengalami luka-luka yang tidak terlalu parah.
Kedelapan penumpang masing-masing sopir bernama Basir Dg Ngalli (49), alamat BTN Aura Kecamatan Pallangga, luka pada bagian kepala, luka pada bagian punggung, luka pada bagian lengan dan luka memar bagian badan. Daeng Jaya (68) warga Kelurahan Malino, mengalami luka lecet pada bagian punggung. Daeng
Sahrir (22), warga Kelurahan Bulutana mengalami luka pada bagian mata kiri, luka pada bagian kaki kiri dan kaki kanan.
Harmuna (56), warga Parangbugisi Kelurahan Malino, mengalami luka bahu kiri, luka lecet pada bagian kaki sebelah kanan. Jaeni Dg Kanang (50) warga Kampung Bu’rung-bu’rung, Desa Pattalassang, Kecamatan Pattallassang mengalami luka pada pergelangan kaki sebelah kanan.
Zainuddin Dg Ngado warga Bu’rung- bu’rung, Desa Pattallassang, Kecamatan Pattalassang, mengalami luka lecet pada bagian kaki. Dan Rosi (60) warga Bontoa Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong mengalami nyeri pada bagian dada tembus ke punggung. Sedang Harianti (46) warga Mallengkeri Makasar, mengalami luka nyeri pada bagian badan.
”Iya, tadi sore terjadi longsor kecil. Dan karena derasnya hujan membuat talut jalan tergerus hingga jatuh ke bawah. Kebetulan saat itu melintas sebuah petepete yang dari arah kota Malino menuju turun ke Sungguminasa terlihat kaget terhadap longsor kecil itu. Karena panik sopirnya lalu banting stir ke kiri dan rupanya banting stirnya kelewatan hingga akhirnya oleng dan jatuh ke bawah. Jadi bukan terseret longsor tapi karena kaget lihat longsor makanya banting stir, begitu kronologisnya,” jelas Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz saat dikonfirmasi ujungjari.com, Minggu malam pukul 20.00 Wita.
Dikatakan Andry, karena hanya longsoran kecil maka material longsoran pun tidak parah. Akses jalan tetap bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat. ”Longsorannya kecil jadi materialnya tidak sampai ke tengah jalan,” jelas camat.
Kedelapan korban sudah mendapatkan tindakan medis di Puskesmas Malino. Korban yang mengalami luka agak parah langaung dirujuk ke RSUD Syelh Yusuf untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Sementara petepete Nopol 1799 BJ mengalami rusak berat. (saribulan)
Exit mobile version