Site icon Ujung Jari

Siswi SMP Tanralili Meninggal Usai Ikut Ujian USBN 

MAROS, UJUNGJARI.COM — Fitriani siswi kelas III SMPN Tanralili meninggal usai mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada hari ketiga di sekolahnya.

Korban menghembuskan nafas terahirnya di rumah temanya di dusun Batubatua, Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Rabu (11/4/2019), sekitar pukul 11.00 wita.

Kepala sekolah SMPN Tanralili Paharuddin yang dihubungi wartawan mengatakan kabar meninggalnya Fitriani diketahui setelah teman temanya datang ke sekolah menyampaikan bahwa sisiwi kami meninggal di rumah salah seorang teman sekolahnya.

Kabar duka yang kami terima langsung ditindak lanjuti untuk segerah datang ke rumah yang ditempati korban meninggal.

“Saya bersama guru guru langsung ke rumah tempat siswi kami meninggal,” ujar Paharuddin.

Ditambahkan Paharuddin, Aktifitas sehari hari Fitriani seperti siswa lainnya, hampir seluruh kegiatan ekstra kurikuler sekolah di iikuti dengan baik.

Ia termasuk siswa yang rajin dan disiplin selama sekolah di SMPN Tanralili. Guru guru sangat sayang karena Fitriani termasuk sisiwi yang rajin dan tekun belajar.

“Fitriani adalah siswi kami yang dikenal rajin dan disiplin,” ujar Paharuddin.

Sementara itu, Paur Humas Polres Maros, Aiptu Muh Arsyad menjelaskan kronologi meninggalnya, Fitriani berawal saat Fitriani bersama Afni keluar dari lingkungan sekolah dengan alasan ingin membeli baju di salah toko pakaian.

Di tengah perjalanan, Fitriani singgah membeli es di Dusun Cendana, Desa Lekopancing. Setelah memakan esnya, keduanya melanjutkan perjalanan.

“Saat sementara perjalanan, Fitriani mengeluh sakit kepala. Dia kemudian menuju ke rumah teman sekolahnya, Juli di Kampung Manippasa Desa Damai,” kata Arsyad.

Dikatakan Arsad, ketika korban tiba di depan rumah Juni, Fitriani langsung jatuh dan terkapar di tanah. Juni dan orangtuanya, Seni Dg Sija (45) lalu menggotong Fitriani naik ke bale-bale.

Saat itu, Fitriani muntah lalu pingsan, sekitar pukul 12.45 Fitriani menghembuskan nafas terakhirnya.

Warga setempat lalu menghubungi Polsek Tanralili dan menyampaikan hal tersebut. Setelah menerima laporan, polisi mendatangi lokasi kejadian dan menghubungi tim medis Puskesmas Carangki.

Berdasarkan keterangan orangtua Fitriani, Dg Biha, korban memang menderita penyakit jantung. Orangtua juga menolak untuk dilakukan otopsi.

“Jasad Futriani lalu dibawa ke rumah duka di Dusun Kacici, dengan menggunakan kendaraan dinas Puskemas, untuk disemayamkan,” katanya. (Askari)

Exit mobile version