Site icon Ujung Jari

Puluhan Pendukung Antar Onasis Mendaftar di PDIP

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM –Bakal calon Wali Kota Makassar Taufiqqulhidayat Ande Latif alias Onasis mengembalikan formulir ke Tim Desk Pilkada PDIP Makassar jalan Serigala, Jumat (13/9/2019).

Kedatanga Onasis disambut Tim Desk Raisul Jaiz dan Pengurus DPC PDIP Makassar.

Sebelumnya, massa pendukung Taufiqqulhidayat Ande Latif dari 15 kecamatan di Kota Makassar mulai memadati Jalan Mappanyukki.

Berbagai lintas komunitas yang mengenakan kaos bergambar dokter Onasis rela berkumpul di jalan itu sejak pukul 10.00 wita, demi mengantarkan putra Pemilik Travel Haji dan Umorh PT Tiga Utama Ande Latif mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat PDIP Kota Makassar sebagai bakal calon untuk maju di Pilwakot Makassar 2020 mendatang.

“Lokasi ini menjadi titik kumpul pendukung Dokter Onasis sebelum berangkat menuju ke kantor PDIP di Jalan Serigala,” kata Jaju warga dari kecamatan Ujungtanah.

Ia menjelaskan, sebelum bertolak menuju ke kantor PDIP, Dokter Onasis juga sekaligus meminta restu ke orangtuanya Ande Latif.

“Hari ini merupakan hari bersejarah bagi saya pribadi dan keluarga. Sehingga saya harus minta restu, izin dan sekaligus maaf orang tua sebelum mendaftar di PDIP. Mudah-mudahan restu orang tua membawa berkah dalam perjalanan saya kedepannya,” tutur Onasis.

Dokter spesialis radiologi ini tidak seorang diri , ia akan didampingi keluarga besarnya baik dari Jeneponto, Enrekang dan masyarakat Kota Makassar termasuk koleganya dari berbagai lintas profesi.

Rencana dirinya mengambil formulir di kantor PDIP usai salat Jumat. “Kita jumatan dulu disini sekaligus doa bersama,” katanya.

Sekedar diketahui, partai berlambang moncong putih ini sejak pekan lalu sudah mulai melakukan penjaringan bagi figur yang akan bertarung di Pilkada Makassar.

Sejauh ini sudah ada beberapa figur yang mengambil formulir pendaftaran. Seperti Moh Ramdhan Pomanto (DP) yang diwakili Maqbul Halim dan Erwin Hatta, Irman Yasin Limpo dan Munafri Arifuddin, Sukriansyah S Latief, Andi Yagkin Padjalangi, Alimuddin, dr Fadli Ananda serta Syarifuddin Daeng Punna. (**)

Exit mobile version