Site icon Ujung Jari

Workshop Guru Menulis Buku Fiksi dan Non Fiksi, Jangan Takut Salah

MAROS, UJUNGJARI.COM — Guru dan kepala sekolah  terus didorong untuk  menulis. Sebab, kebiasaan tersebut dapat memacu kreativitas dan memunculkan ide segar untuk mengembangkan cara pembelajaran di kelas yang  lebih berkualitas.

Hal ini dikatakan Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupten Maros H. Andi Ikbal Dwi saat membuka Workshop guru dan kasek menulis di SMPN 2 Maros. Sabtu (28/9/2019).

Dikatakan Sekdis, dalam menulis harus ada niat dan  keberanian sehingga akan muncul ide yang cemerlang dalam mengembangkan diri dalam menulis hingga nantinya akan bermanfaat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai guru atau kepala sekolah.

“Kuncinya jangan takut salah. Sifat ini harus diterapkan saat kita mulai menulis. Semua guru dan kasek pasti punya hobi dan bakat untuk menulis. Ditambah lagi ada aturan yang memaksa para guru mau tidak mau untuk harus sering menulis apakah dalam bentuk artikel, atau buku fiksi dan non fiksi,” ujarnya.

Dikatakan Sekdis, guru dan kepala sekolah wajib mampu menulis karena penulisan sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat seorang  guru. Guru harus berkontribusi dalam gagasan yang dituangkan dalam sebuah buku.

Untuk itu, saya berharap pada kegiatan Workshop selama dua hari ini dimanfaatkan kesempatan sebaik baiknya agar seluruh peserta workshop dapat  menumbuhkan budaya gemar menulis.

“Ini adalah kesempatan berharga untuk belajar menulis, dan jagan takut salah, bila bisa ada teman yang mengkritik tulisan kita, jangan cepat sakit hati. Justru kritikan itu yang membangantar kita sukses,” tandas Ikbal.

Sekdis berpesan kepada peserta Workshop untuk tetap gigih dan tidak mudah menyerah. Karena memang tidak semua tulisan kita benar dan pasti ada kesalahan hingga membuat kita semakin dewasa menulis.

“Kami yakin jika kalian bersunguh sunguh belajar pasti akan termotivasi untuk menulis buku lagi,” tutup Sekdis.

Sementara itu, Ketua MKKS SMP Kab Maros Andi Patiroi S.Pd pada kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan Workshop guru dan kepala sekolah digelar selama dua hari Sabtu hingga Minggu yang diiikuti 42 peserta dari unsur kepsek dan guru SMP.

Hasil tulisan buku fiksi dan non fiksi dan akan di launching pada hari guru pada bulan November mendatang.

“Insyah Allah hasil penulisan guru dan kepala sekolah akan dillouncing pada hari guru 25 November 2019 mendatang’,” ujar Patiroi.  (Askari)

Exit mobile version