Site icon Ujung Jari

BPBD : 80 Persen Karhutla di Enrekang Akibat Kelalaian Manusia

ENREKANG, UJUNGJARI.COM — Selama musim kemarau tahun ini, di Kabupaten Enrekang telah terjadi 10 kali bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dintaranya, Mata Dewa, Kukku, Ranga, Bumi Perkemahan, Cekong, Latimojong dan Potokullin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang menyebut bahwa,kebakaran hutan dan lahan sejak bulan Januari hingga pertengahan Oktober tahun ini disinyalir 80 persen akibat kelalaian manusia.

“Kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Enrekang itu 80 persen akibat kelalaiyan manusia.Faktor alam hanya sekitar 20 persen,”kata Kepala BPBD Enrekang Abdullah Sanneng saat membuka acara Gladi dan simulasi manajemen bencana yang dilaksanakan BPBD Kabupaten Enrekang,Kamis (24/10/2019).

Untuk menguragi resiko bencana kebakaran di daerahnya,pihaknya telah menggelar gladi dan simulasi kebakaran hutan dan lahan,karena situasi dan kondisi saat ini,dimana pada musim kemarau kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan, menjadi ancaman serius di Kabupaten Enrekang.

Yang menjadi persoalan selama ini,lanjut Abdullah, karena lokasi atau medan kebakaran berada di lereng-lereng bukit atau gunung, yang tidak memungkinkan dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran,”Jika terjadi kebakaran hutan atau lahan kita hanya bisa memadamkan api dengan alat seadanya,seperti ranting-ranting pohon dan pompa gendong yang terbatas jumlahnya,”lanjut Abdullah.

Kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan,menurut Abdullah masih sangat rendah.Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sebagian besar diakibatkan oleh ulah aktivitas manusia dalam rangka membuka lahan, baik untuk usaha pertanian, kehutanan maupun perkebunan.

“Penyebab lainnya adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga,”tambah Abdullah. (suka)

Exit mobile version