Site icon Ujung Jari

Ratusan Personil TNI Jaga Ketat Kantor Bupati Takalar. Ada Apa?

 

TAKALAR, UJUNGJARI-Suasana kantor Bupati Takalar beberapa hari terakhir kian mencekam. Ratusan anggota TNI Kodam XIV/ Hasanuddin terpaksa didatangkan menjaga kantor tersebut.

Meski ratusan anggota TNI yang dilengkapi sejumlah peralatan tempur, namun keberadaan para penjaga dan pengawal NKRI tidak menyurutkan langkah warga dari Pammukkulu Desa Kale’ komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara yang dikendalikan oleh Abdul Bani dan Muallim Bahar menggelar aksi unjuk rasa di tempat H Syamsari Kitta dan H Achmad Se’ re bekerja.

Sebelumnya, konflik tak terelakkan terjadi antar kedua kubu hingga menewaskan sejumlah korban jiwa. Serta sejumlah orang luka-luka termasuk warga masyarakat yang sedang melintas dan terkena lemparan batu dari pengunjuk rasa, tak terkecuali wanita hamil dan lansia yang juga harus dievakuasi karena terjebak dalam kepungan massa. Bahkan pengunjuk rasa membawa senjata tajam berupa parang, panah, serta Bom molotov,

Bentrok  tersebut merupakan simulasi latihan kesiapsiagaan operasional (LKO) yang diadakan oleh Kodam XIV/Hasanuddin yang difokuskan di kabupaten Takalar.

Di tengah simulasi tersebut yang terlihat kian memanas, H Achmad Se’re didampingi Sekda Takalar, Drs H Arsyad Taba bersama Forkopimda Takalar mencoba menenangkan massa dan meminta agar tidak anarkis karena selaku pemerintah, Pihaknya akan mencari solusi terbaik terhadap kedua belah pihak agar mencapai kesepakatan.

“Kita tidak berpihak ke salah satu pihak, pemerintah disini memberikan solusi permasalahan yang membuat kedua pihak bentrok. Selaku pemerintah kami meminta masyarakat tenang dan membicarakan permasalahan melalui musyawarah. Karena jika kita bentrok itu akan membuat orang-orang takut untuk berinvestasi disini, jadi kita serahkan, semua permasalahan ke pihak aparat hukum,” Jelas H Achmad Se’re. (Ari Irawan)

Exit mobile version