Site icon Ujung Jari

Warga Malino Curhat Ke Darmawangsyah Muin

GOWA, UJUNGJARI.COM — Kunjungan temu konstituen yang dilakukan wakil Ketua DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin di Malino, Minggu (1/11/2019)0 “banjir” keluhan warga.

Acara yang dihadiri sekitar 300 orang peserta dari tiga kecamatan, yakni Tinggimoncong, Parigi dan Tombolo berlangsung hikmat.

Saat mantan Ketua Gerindra Gowa ini memberikan sambutan semua peserta tampak tenang dan menyimak kata demi kata yang keluar dari mulut Darmawansyah Muin anggota DPRD Sulel yang kini menjabat wakil ketua di DPRD ini.

Suasana mulai tampak riuk saat acara yang dipandu Idris Rate ini membuka sesi tanya jawab.

Saat Idris Rate yang juga ketua Bappilu Gerindra Gowa ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan aspirasinya serta merta peserta berlomba angkat tangan dan menyampaikan berbagai persoalan kehidupan daerah masing-masing.

Seperti yang disampaikan Dg Lallo dirinya mengeluhkan kebijakan pemerintah khsususnya pengelola pasar tradisional Malino dimana sampah yang bertumpuk depan pasar berbau busuk dan mengganggu pengunjung maupun penjual.

Hha lain yang dikeluhkan adalah pengangkutan sampah itu dibebankan kepada para pedagang yang berjualan didalam pasar.

Sementara itu Najamuddin Warga Pao Kecamatan Tombolopao mengeluhkan intervensi pemerintah kabupaten terhadap dana yang dikelola pemerintah desa. Dimana pemerintah kabupaten Gowa mewajibkan setiap desa melakukan pengadaan kendaraan pengangkut sampah padahal beberapa desa khususnya yang diluar ibukota kecamatan sampah tidak menjadi sebuah persolan karena rata-rata warga punya lahan atau kebun.

Menurut Najamuddin yang paling penting adalah mobil Ambulance bagaimana mungkin sampah diangkut pakai kendaraan sedangkan orang sakit atau mayat digotong pakai bambu.

Hal berbeda yang dikeluhkan masyarakat Jonjo dan Sicini seperti yang disampaikan Mansyur. Lelaki yang tinggal di desa Jonjo ini mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah atas kondisi jalan yang menhubungkan Jonjo dan Sicini yang sudah bertahun tahun belum pernah diperbaiki.

Sementara itu Ridwan warga Bontolerung kecamatan Tinggimoncong mengeluhkan kurangnya perhatian Pemda dalam pemgembangan objek-objek wisata yang ada di Malino diantaranya seperti air terjung Takapala’ dan air terjung ketemu jodoh dimana akses menuju kedua objek wisata ini belum maksimal baik kondisi jalan yang sempit dan kurangnya penerangan jalan serta kondisi dalam lokasi air terjung belum ada modifikasi apa-apa.

Semua seperti apa adanya saja padahal bisa dikembangkan agar lebih menarik minat wisatawan.

Hal berbeda yang disampaikan Syamsul Alam dan Firman yang juga warga Bontolerung dirinya mengeluhkan lapangan kerja dan mahalnya iuran BPJS serta layanan Rumah Sakit Syeh Yusuf yang terlalu berbelit-belit sebelum pasien ditangani. (**)

Exit mobile version