MAKASSAR, UJUNGJARI — Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel memiliki kewajiban melakukan deteksi dini, persoalan-persoalan apa yang dihadapi para pelaku ekonomi, khususnya yang berskala kecil hingga menengah (UMKM).
Kepala Bidang (Kabid) Bela Negara dan Ketahanan Ekonomi (Kesbangpol) Sulsel, Anne Marie menjelaskan, pihaknya berkewajiban untuk mengetahui tantangan apa yang dihadapi, bagaimana menginisiasi para pelaku ekonomi untuk tetap bisa bertahan mengembangkan usahanya di saat sekarang ini.
“Ketahanan ekonomi sangat berkaitan dengan ketahanan negara. Ketika ketahanan ekonomi lemah, akan berpengaruh terhadap kondisi suatu daerah. Kesbangpol punya kewajiban bagaimana ikut menjaga ketahanan ekonomi tersebut agar bisa tetap kuat,” ungkap Anne Marie dalam kegiatan Dialog Publik Peningkatan Lembaga Usaha, Selasa (19/11) di Hotel D’Maleo Makassar.
Merujuk pada persoalan itu, Kesbangpol Sulsel mengumpulkan sekitar 100 pelaku UMKM untuk diberi bekal bagaimana bisa bersaing tetap fight di era penuh persaingan ini.
Plt Kepala Badan Kesbangpol Sulsel, Ni’mal Lahamang mengemukakan, selain para pelaku UMKM bisa mempertahankan usahanya, diharapkan juga mereka bisa memperluas dan menciptakan peluang usaha baru.
Hal itu dinilai sangat penting supaya sektor riil terus bergerak sehingga perekonomian tetap stabil
“Kita juga memberikan motivasi kepada para pelaku ekonomi agar semakin giat dalam mengembangkan usahanya. Itu merupakan salah satu upaya untuk
memperkokoh ketahanan dan meningkatan daya saing,” ungkap Ni’mal.
Sementara itu, Asisten I Pemprov Sulsel, Aslam Patonangi mengemukakan Kesbangpol Sulsel juga punya kewajiban bagaimana menjaga pelaku ekonomi untuk bisa bertahan di pasar bebas.
“Kesbangpol harus bisa memberikan rekomendasi apa untuk bisa bertahan di pasar bebas,” kata Aslam. (rahma)
