GOWA, UJUNGJARI.COM — Keberadaan Kantor Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) wilayah Sulawesi Selatan di Kabupaten Gowa akan melengkapi Gowa sebagai kiblat keuangan negara.
Hal ini diutarakan Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis saat menghadiri acara peresmian Kantor IAI, di Ruko i-Walk Kompleks Citraland Celebes Gowa E-41, Jl Tun Abdul Razak, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (22/11/2019).
“Ini satu hal yang menarik karena dalam beberapa tahun kemarin, lahan untuk IAI ini akan terbuka luas. Apalagi untuk kita di pemerintah daerah, itu akan kita rasakan dalam beberapa tahun terakhir yang mana tuntutan menjadi Good Governance kedepan memang sangat membutuhkan pendampingan dari IAI,” ungkapnya.
Saat ini jajaran pemerintah terkhusus Pemerintah Gowa dituntut untuk memiliki kemampuan diatas rata-rata dari sebelumnya, apalagi APIP Gowa sudah berada pada level 3 sehingga kita dituntut untuk bisa naik dari level sebelumnya.
“Olehnya itu, dengan hadirnya Kantor IAI sebagai pusat laboratorium atau tempat workshop pengembangan SDM bidang akuntansi mampu mengeksplor pengetahuan dari orang-orang IAI,” tambah Muchlis.
Dirinyapun berharap, IAI senantiasa memilih Pemkab Gowa untuk dijadikan sebagai laboratorium lapangan. “Pokoknya kalau ada yang mau diujicobakan silahkan ke Gowa, kami akan senantiasa siap,” kata mantan Kepala Bappeda Gowa ini.
Sementara Ketua Ikatan Akuntan Indonesia, Gagaring Pagalung mengatakan, peresmian kantor IAI ini berkat kekompakan dari anggota IAI dengan melakukan beberapa program yang direncanakan.
” Walaupun ini masih belum menjadi kantor permanen, tempat ini sudah kami sewa selama lima tahun. Jadi tidak pada masa periode kepemimpinan kami akan berada ditempat ini,” jelas Gagaring.
Sekadar diketahui, IAI adalah salah satu organisasi profesi yang diakui oleh negara republik indonesia mempunyai tugas yang cukup penting bagi pemerintah, khususnya dalam menjalankan profesi dan kegiatan-kegiatan ikatan akuntan Indonesia.
” Anggota IAI Sulsel ada sekitar 800 orang dan yang terbanyak adalah akuntan akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Kemudiaan ada akuntan pajak yang bekerja di beberapa Instansi perpajakan, ada akuntan pemerintah yang bekerja di BPK dan BPKP dan juga akuntan yang bekerja di beberapa perusahaan- perusahaan yang ada di wilayah Sulsel,” ungkap Gagaring. (saribulan)
