BARRU, UJUNGJARI.COM — Rasa kesal dan kecewa Bupati Barru Suardi Saleh terhadap masalah pelayanan RSUD yang terus berulang-ulang disorot warga, bakal berujung pada pencopotan Direktur Utama rumah sakit yang baru saja menerima penghargaan paripurna.
Bupati Barru Suardi Saleh berjanji akan mengganti Dirut RSUD, paling lambat beberapa hari kedepan bakal ada perubahan pucuk pimpinan disini.
Suardi Saleh yang melakukan sidak ke RSUD tanpa didampingi Dirut RSUD Barru, dr Amis Rivai, Jumat (20/12) sore terlihat marah, setelah menemukan langsung beberapa fasilitas rumah sakit yang tidak berfungsi, seperti toilet kotor, buntu dan lampu listriknya padam.
Orang nomor satu di kabupaten Barru ini mendatangi RSUD, setelah membaca keluhan warga yang dituliskan via watshaap.
Suardi yang baru saja membuka salah satu group WA, merasa terusik dengan tulisan dari seseorang yang mengaku sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Daetah Barru (KKDB) Nabire, Papua.
“Ciutan warga di medsos yang mengeluhkan air tidak mengalir dan kerusakan instalasi lampu listrik di kamar toilet pada bagian ruang IGD. Begitu pula dengan kondisi serupa di ruang VIP dan kelas 1. Apalagi ada jawaban pihak perawat yang terkesan tidak memuaskan pihak keluarga pasien,” ucap keluarga pasien tersebut.
Mantan Kadis Pekerjaan Umum Pinrang ini sangat menyayangkan adanya permasalahan yang terjadi berulang-ulang di RSUD Barru. Apa yang dikeluhkan pasien dan keluarganya sudah sangat tepat.
Semestinya pihak RSUD memberikan perhatian penuh terhadap seluruh sistem pelayanan. Tetapi kalau hal sederhana saja seperti ruang toilet tidak berfungsi dan penerangan listriknya padam. Kemudian pihak manajemen tidak bertindak cepat melakukan perbaikan.
“Maka jangan berharap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Padahal untuk memperbaiki sarana di RSUD tidak perlu repot dalam mencari anggaran karena sudah berbentuk BLU,” tandas Suardi. (udi)
