GOWA, UJUNGJARI.COM — Baru sehari pulang dari ibadah umroh, Adnan Purichta Ichsan langsung menggelar pertemuan dengan para stafnya.
Dalam coffee morning yang digelar Rabu (29/1/2020) pagi itu sejumlah masalah dibahas. Hal itu dilakukan Bupati Gowa ini lantaran selama dua pekan lebih dia bersama Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni menjalankan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah dan baru kembali 27 Januari kemarin.
Sejumlah masalah dibahas tak terkecuali soal keterlambatan pupuk yang lagi marak di pemberitaan media-media. Kepada Kadis Pertanian dan Hortikultura Sugeng Priyanto, Adnan langsung minta penjelasan apa penyebab sehingga distribusi pupuk terlambat bahkan dianggap langka oleh para petani.
” Pak Kadis, saya baca di berita pupuk di Gowa mengalami masalah, coba dijelaskan,” kata Bupati Adnan.
Sugeng Priyanto pun dengan sigap menjelaskan detik terkait keterlambatan pupuk hingga ke petani.
Dijelaskannya, persoalan pupuk di Gowa sempat dipersoalkan banyak pihak, terkait indikasi kelangkaan. Namun Sugeng membantah kalau pupuk langka.
Keterlambatan itu kata Sugeng karena pola distribusi yang mengalami perlambatan, sehingga pupuk belum sampai. Dijelaskan Sugeng, pola perubahan dari manual ke E-RDKPP lah yang menjadi masalahnya.
” Pola inilah yang mengalami perubahan dari manual ke elektronik yakni E-RDKPP. Mungkin karena masih baru, sehingga butuh penyesuaian. Jadi prosesnya agak lamban. Jadi tidak ada kelangkaan. Pupuk ada di gudang di Takalar, distribusi yang agak lambat dan itu domain pusat,” jelas Sugeng.
Usai mendengarkan penjelasan detil Kadis Pertanian Hortikultura, Adnan pun mengangguk namun bupati termuda di KTI ini tetap meminta agar Dinas Pertanian dan Holtikultura memberikan perhatian yang besar soal pupuk tersebut. (sari)
