Site icon Ujung Jari

Hati-hati Melintas di Poros Lonjoboko, Longsor dan Pohon Tumbang Tutup Jalan Delapan Jam

GOWA, UJUNGJARI.COM — Jika hendak ke kota wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong atau hendak mengarah ke wilayah Kecamatan Parangloe, disarankan agar berhati-hati. 

Kondisi hujan yang turun merutin membuat pohon dan tanah dinding tebing sangat potensi tumbang dan longsor. Seperti terjadi saat ini di poros Parangloe-Tinggimoncong tepatnya di Kampung Kunyika, Dusun Galesong, Kecamatan Parangloe. 

Akses jalan raya arah kota Parangloe ke Malino sempat terputus, Jumat (31/1/2020) sekitar jam 03.00 Wita hingga jelang pukul 09.30 Wita. Hal itu diakibatkan dinding tebing bukit di pinggir jalan raya mengalami longsor dan menumbangkan sebuah pohon yang jatuhnya melintang jalan. Akses jalan sempat terputus hingga delapan jam. Kendaraan mobil maupu. Sepeda motor tudak bisa melintas.

Namun kondisi ini cepat teratasi dengan bantuan alat berat excavator dan loader yang digunakan untuk membersihkan material longsor berupa tanah dan batu besar serta batang pohon.

Aktivitas alat berat inipun dibantu tenaga masyarakat dan aparat Kepolisian Parangloe serta Koramil Parangloe.

Kapolsek Parangloe Iptu Kasmawati yang turun langsung di lokasi longsoran pun langsung beraktivitas bersama warga sekitar menyingkirkan batang pohon yang memalang jalan.

” Pohon tumbang yang menutup akses jalan disebabkan karena hujan deras dan tiupan angin sejak semalam yang menyebabkan pohon tumbang yang melintang diatas  jalan sehingga para pengguna jalan baik dari arah Sungguminasa menuju ke Malino tidak bisa melintas begitupun sebaliknya,” jelas Kapolsek Iptu Kasmawati saat dikonfirmasi.

Saat mengetahui adanya longsor, Kapolsek Parangloe dengan gesit melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta warga dan melakukan upaya diantaranya mendatangkan alat excavator, loader dan sensow untuk melakukan evakuasi dan membersihkan material yang ada di jalan.

Dari pemantauan dan pendataan di lokasi longsoran, kata Iptu Kasmawati, tanah longsor yang terjadi sekitar 200 meter dari TKP pohon tumbang dimana material batu berjatuhan dari bukit. Tanah dan batu-batu besar menggelinding ke bawah dan menutupi sebagian badan jalan. Akibatnya arus kendaraan di poros Lonjoboko ini sempat macet. Kendaraan harus ngantre melintas satu persatu setelah material longsoran dan batang pohon berhasil disingkirkan.

Dikatakan kapolsek, ada dua titik penyebab akses jalan terputus yakni longsoran tanah dan batuan dari atas dinding bukit pinggir jalan. Tanah longsor yang terjadi disebabkan karena adanya pengikisan bukit pasca pelebaran jalan poros Malino dimana tanah yang dijadikan penyangga bebatuan dalam keadaan labil sehingga pada saat hujan tanah tersebut jatuh yang menyebabkan longsor. Sementara kurang lebih 200 meter dari tanah longsor, sebuah pohon besar tumbang. Pohon ini tumbuh di dinding bukit yang kondisinya tergerus karena terpaan hujan deras dan angin kencang semalam. (sari)

Exit mobile version