LUWU, UJUNGJARI.COM — Ketua Kerukunan Keluarga Luwu(KKL) Raya, Buhari Kahar Mudzakkar mendesak Pemerintah Kabupaten Luwu,
untuk meninjau kembali keberadaan PT Masmindo Dwi Area yang sedang
melakukan eksplorasi di kawasan tambang kecamatan Latimojong, kabupaten Luwu.
Buhari dengan tegas mendukung komitmen Bupati Luwu H Basmin Mattayang yang telah memberikan batas dead line selama 3 bulan untuk segera melakukan tahap eksploitasi dan bukan lagi tahap eksplorasi seperti saat ini.
“Saya mendukung sikap dead line pak Bupati Luwu,jika keberadaan PT Masmindo tak mampu untuk segera melaku kan tahap eksploitasi, maka sebaiknya hengkang saja dari wilayah tambang Luwu,” ketus putra dari tokoh legendaris Kahar Mudzakkar ini, Kamis
(13/2/2020).
Menurut mantan anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PAN ini, keberadaan PT Masmindo per hari ini terhitung sudah 40 tahun melakukan tahap eksplorasi secara terus menerus, dan belum masuk pada tahap eksploitasi di kawasan tambang emas Latimojong.
“Jadi terkait PT Masmindo, saya sudah bicara sama pak bupati, dan beliau sudah mewanti wanti jika dalam waktu 3 bulan masih status eksplorasi dan belum masuk eksploitasi maka akan ada tindakan dari pemkab Luwu, soal sikap pak bupati ini saya respon dan apresiasi,” papar Buhari Kahar.
Sebenarnya cukup dua tahun, tahap eksplorasi, lalu sudah bisa masuk tahap eksploitasi. Tapi kok ini PT Masmind masih sebatas eksplorasi terus, ada apa ?
“Jadi menurut saya keberadaan PT Masmindo statusnya bukan lah perusahaan profesional. Justru ada dugaan hanya sebatas pembohongan publik. Saya mendorong ke pemkab Luwu terkait keberadaan PT Masmindo untuk mengusulkan kepada presiden pencabutan ijin operasional tambangnya,” beber Buhari Kahar.
Dia berharap dukungan penuh dari anggota DPRD Luwu untuk menyikapi keberadaan PT Masmindo yang saat ini masih pada tahap eksplorasi.
“Masa sudah 40 tahun lamanya beroperasi tapi status pengelolaan tambangnya masih tahap eksplorasi terus. Terus terang Pemkab Luwu yang dirugikan dengan pemasukan pajak dari PT Masmindo yang tidak jelas status operasional tambangnya di Latimojong,” ketus Buhari.
“Jadi saran saya, solusinya adalah kedepan lebih baik lahan tambang yang di kelola oleh PT Masmindo di stop dan lebih bagus di jadikan tambang rakyat. Apalagi sekarang sudah ada alat yang mampu mengelola emas yang mampu di beli masyarakat.
“Coba anda bayangkan konsesi lahan yang di kuasai oleh PT Masmindo menyeluruh satu wilayah kecamatanm Jadi hanya terkesan membodohi rakyat saja, dan saya sependapat dead line bupati selama tiga bulan atas pendirian perusahaan tahap eksplotasi,sebab jika masih tahap eksplorasi maka pasti hanya nol pajak masuk ke daerah,” kata Buhari. (irwan musa)
