UJUNGJARI, TAKALAR.COM — Wakil Bupati Takalar, Drs H Achmad Se’ re menghadiri sekaligus membuka secara resmi MTQ ke XXIV tingkat kabupaten setelah Bupati Takalar, H Syamsari Kitta kembali tidak hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Ditandai dengan penabuhan gendang oleh wakil Bupati Takalar, kegiatan MTQ akhirnya berlangsung sederhana di halaman kantor Kemenag Takalar yang dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Propinsi SulSel, H Anwar Abubakar, Sabtu (14/3/2020).
Wakil Bupati Takalar H Achmad Daeng Se’re, dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu upaya umat Islam dalam menjadikan al-Qur’an berfungsi demikian, ialah dengan melaksanakan MTQ.
Melalui MTQ, menurut Wabup, selain bertujuan untuk mensyi’arkan agama Islam, juga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap penyelenggaraan MTQ ke XXIV ini sebagai momentum kebangkitan dalam menjadikan umat Islam sebagai masyarakat yang qurani dan juga dapat semakin memperteguh keimanan kita kepada Allah SWT,” kata H Achmad Daeng Se’ re.
Meski diguyur hujan dan berlangsung sederhana tapi khidmat, namun panitia pelaksana tetap semangat melaksanakan kegiatan MTQ ke XXIV dengan tema, “Melalui MTQ ke XXIV Tingkat Kabupaten Tahun 2020 Kita Wujudkan Generasi Milenial Berjiwa Qur’an menuju Masyarakat Yang Unggul, Sejahtera dan Bermartabat”.
Ditempat yang sama, Asisten Pemerintahan dan Administrasi Pembangunan, Drs Andi Ridjal Mustamin yang juga selaku ketua panitia mengatakan bahwa MTQ ini, selain merupakan yang rutin dilaksanakan setiap dua tahun, kegiatan ini juga dapat mempererat silatuhrahmi antara hapidz di Takalar juga menjadi ajang mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, pengamalan atau penyebarluasan al-Qur’an dan al-Hadits
“Wadah MTQ ini juga akan kita jadikan sebagai spirit pembangunan nasional berdasarkan pendekatan agama,” kata Andi Ridjal Mustamin.
Adapun cabang yang akan diperlombakan dalam MTQ tersebut, yakni Musabaqah Tartil Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Hifzil Qur’an, Musabaqah Syarhil Qur’an, Musabaqah Fahmil Qur’an dan Kaligrafi Alqur’an. (Ari Irawan)
