GOWA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menegaskan bahwa pasien yang sempat dirawat di RSUD Syekh Yusuf Kamis sore lalu bukanlah pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tapi Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Pengertian status ini sangat berbeda. Jika pasien yang telah dirujuk ke RSU Wahidin itu hanya ODP dan bukan pasien positif covid.
” Masih suspect. Kenapa dikatakan suspect karena dia cuma flu dan demam. Gejala klinis ini nyaris sama dengan gejala orang yang covid. Nah kenapa dia (pasien) itu kita rujuk ke Wahidin? Agar pemeriksaan berkelanjutan dapat dijalaninya, apalagi kita ketahui bahwa pasien itu baru pulang dari Dubai. Jadi itu dikategorikan suspect saja atau gejala. Jadi kita sudah rujuk ke Wahidin untuk bisa dilàkukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui status dari pada pasien tersebut,” jelas Adnan, Sabtu (14/3/2020).
Diakui Adnan, pasien yang hanya transit menjalani pemeriksaan awal di RSUD Syekh Yusuf itu, memang mengalami deman tapi bukan positif virus korona. Hanya gejala klinisnya sama sehingga pasien tersebut butuh diperiksa lebih jauh agar status diagnosanya lebih jelas.
Kendati begitu, Adnan tetap mengimbau masyarakat Gowa untuk selalu waspada. Tentunya dibarengi dengan menjaga kesehatan diri dengan pola hidup bersih.
” Selalu lah mencuci tangan dengan sabun agar selalu bersih apalagi setiap kali pulang dari bepergian dan bertemu banyak orang. Untuk mencegah covid ini, kita akan lakukan penyemprotan desinfektan di tempat-tempat keramaian dan kantor-kantor pemerintah. Bahkan sekarang kita lagi kumpulkan dinas terkait untuk bisa melakukan vaksin segera,” tambah bupati.
Sementara itu Pusat Informasi Covid 19 Dinkes Gowa seperti disampaikan dr Gaffar yang juga adalah Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit menjelaskan terkait dengan pasien yang dirujuk kemarin pada Kamis (12/3/2020) pukul 20.00 Wita dari RSUD Syekh Yusuf ke rumah sakit rujukan RSU Wahidin Sudirohusodo yang ramai diberitakan, bahwa pasien lakilaki tersebut dalam status ODP (orang dalam pemantauan).
Dikatakan dr Gaffar, pada Sabtu (14/3/2020) pukul 10.30 Wita, pihak pusat informasi Covid Gowa setelah berkoordinasi dengan Tim Pusat Informasi Bagian Infeksi RSU Wahidin Sidirohusodo dan Dinkes Provinsi Sulsel dinyatakan bahwa pasien tersebut berada dalam kategori ODP (orang dalam pemantauan).
” Sesuai protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, belum masuk kategori PDP atau (pasien dalam pengawasan) bahkan belum positif Covid 19. Yang bersangkutan dirawat karena ODP disertai penyakit penyerta yang ada sebelumnya sehingga harus dirawat lebih lanjut di RSU Wahidin Sudirohuodo,” papar dr Gaffar.
Mantan Kepala Puskesmas Pallangga inipun meminta kepada masyarakat agar jika menemukan warga sakit dan bergejala klinis maka segera membawa ke rumah sakit atau menghubungi nomor ponsel 08114178001 tim informasi covid 19 Gowa Dinkes Gowa.
Sementara itu, Humas RSUP RSWS, Dewi Rezki Nurmala, Sabtu (14/3/2020) menyampaikan keterangan resmi bahwa seorang pasien rujukan dari RSUD Syekh Yusuf Gowa yang dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar dinyatakan negatif virus corona atau covid-19.
“Hasil pemeriksaan pasien yang bersangkutan tidak mendukung untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan ke arah Pasien Dalam Pengawasan atau PDP,” kata Dewi Rezki Nurmala.
Dewi mengatakan bahwa pasien yang dirujuk Kamis (12/3/2020) pukul 20.00 Wita itu masih berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan). Selanjutnya, Bagian Infeksi Center RSWS dan Dinas Kesehatan, sesuai standar protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, menyatakan pula jika pasien tersebut belum masuk kategori PDP atau belum positif virus corona atau Covid-19.
Namun tambah Dewi, saat ini pasien rujukan itu masih dirawat karena masih memiliki penyakit penyerta yang diderita sebelumnya sehingga harus dirawat lebih lanjut di rumah sakit.
“Pasien tetap dirawat karena menderita penyakit lain dan sesuai prosedur ODP, pasien tetap dirawat di Gedung Infection Center, demikian untuk diketahui,” jelas Dewi.
Dewi pun menambahkan segala informasi terkait kasus virus corona atau Covid-19 akan disampaikan oleh manajemen melalui akun resmi RSWS. Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, tapi harus tetap waspada.
” Masyarakat diimbau senantiasa menjaga pola hidup sehat dengan selalu melakukan cuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer. Hindari kerumunan dalam jumlah besar. Dan jika sakit gunakan masker dan ganti secara berkala, serta batasi kontak berlebihan dengan orang lain,” kata Dewi.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan memastikan video evakuasi pasien dari RSUD Gowa yang beredar di media sosial bukan suspect virus corona atau Covid-19.
“Gambar atau video yang dirujuk itu adalah tidak benar, suspect positif virus corona, itu hoax,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2020).
Ia mengatakan, sejauh ini belum ada warga Sulsel terpapar positif virus corona atau Covid-19, selain itu Pemprov Sulsel juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan secara resmi.
Video yang beredar tersebut, memang membawa pasien, tapi bukan suspect positif Covid-19. Evakuasinya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) corona sebagai langkah antisipasi. (sari)
