PAREPARE, UJUNGJARI.COM — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah menyebutkan bahwa Rumah Sakit Regional (RSR) dr. Hasri Ainun Habibie (HAH) siap melayani dan telah memiliki fasilitas untuk penanganan jika terdapat pasien dengan virus corona.
“Sudah ada fasilitasnya, sudah disiapkan ruangan isolasinya,” kata Nurdin Abdullah saat diwawancara sejumlah media.
Hal itu ia sampaikan saat meresmikan rumah sakit tersebut di Tonrangen, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sabtu, 14 Maret 2020.
Fasilitas yang ada telah memenuhi standar Kementerian Kesehatan RI.
Sebelumnya, rumah sakit yang telah melayani sejak 26 Februari lalu untuk pasien rawat jalan. Setelah diresmikan, rumah sakit ini segera mengoperasikan Intalansi Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, Intensive Care Unit (ICU), Intensive Coronary Care Unit (ICCU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), kamar bersalin dan ruang operasi. ICU dan ICCU berada di lantai lima rumah sakit berlantai tujuh ini.
Nurdin Abdullah menyebutkan selain fasilitas rumah sakit ini juga didukung dengan sumber daya manusia yang baik. Sebanyak 54 dokter akan melayani.
“SDM sudah lebih dari cukup bahkan beberapa luas Sulawesi Selatan luar Sulawesi sudah mulai melamar ke sini,” sebutnya.
Rumah sakit ini dibangun sejak 2015, diberikan bantuan dana dari Bantuan Keuangan Daerah Bawahan sebesar Rp 75 miliar.
Nurdin Abdullah saat ini sudah mulai menyosialisasikan salam “Anti Corona”. Sebelumnya, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini memang mengimbau kepada masyarakat untuk mencegah penularan virus corona dengan mengurangi kontak fisik. Termasuk tidak berjabat tangan.
Diketahui, virus corona bisa menular melalui kontak fisik secara langsung dengan cara berjabat tangan saat bersalaman. Karena penyebaran virus ini dari bersin, batuk dan bersalaman jabat tangan.
Para pakar kesehatan juga memberikan rekomendasi agar membatasi sentuhan fisik demi mengurangi resiko tertular.
Selain itu, Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan anti septik cair.
“Walaupun belum ada yang pasti terjangkit, tapi harus kita mencegah,” ujarnya. (rahma)
