MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Dampak virus korona tampaknya tidak hanya berpengaruh kepada langkanya produk pembersih tangan cair dan masker, tapi juga beberapa komoditi di pasar tradisional.
Hasil pemantauan Direktur Operasional (Dirops) PD Makassar Raya, Saharuddin Ridwan di Pasar Pabaeng-baeng, Selasa (17/3), harga komoditi jahe mengalami kenaikan yang signifikan.
Menurut pedagang yang ditemui, harga per kilogram jahe sebelum merebaknya virus korona, di kisaran 20 ribu rupiah per kilogram menjadi 60 ribu hingga 70 ribu per kilogram untuk jahe putih.
Sementara untuk jahe merah harganya mencapai 80 ribu per kilogram atau naik 50 ribu dari harga semula, 30 ribu per kilogramnya.
Sementara khusus di pasar Kalimbu, jahe putih (biasa) 50 ribu rupiah/kg dan jahe merah 80 ribu rupiah per/kg.
“Jahe yang sekarang dibanyak diburu oleh masyarakat karena diyakini dapat mencegah virus korona walaupun belum ada penelitian yang pasti, tetapi khasiat jahe bisa menambah stamina tubuh,” kata Sahar.
Mantan wartawan TV nasional ini, mengimbau kepada pedagang agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi karena ini merupakan upaya membantu masyarakat dalam mengkonsumsi jahe.
“Sebaiknya tidak usah panik, bahan pokok yang ada dipasar sebenarnya sudah mencukupi untuk kebetuhan masyarakat di Kota Makassar khususnya bisa untuk beberapa bulan kedepan, tapi karena adanya kepanikan sehingga beberapa masyarakat membeli dalam jumalah banyak sehingga ada beberapa barang dipasar yang mengalami kelangkaan dannkenaikan harga,” ungkapnya. (**)
