GOWA, UJUNGJARI.COM — Kegelisahan Pemerintah Kabupaten Gowa akan potensi merebaknya corona virus (covid-19) di Gowa akhirnya mendesak pihak panitia pelaksana Ijtima Asia di Pakkatto, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu harus ditunda segera.
Pernyataan ini dilontarkan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat dimintai sikap Pemkab terhadap indikasi membangkangnya panitia Ijtima padahal sudah diberi surat edaran menunda sementara hingga kondisi darurat nasional covid-19 usai.
Kepada media saat dihubungi via ponselnya, Rabu (18/3/2020) pukul 22.30 Wita, Adnan mengatakan untuk kata mencegah pihaknya telah melakukan upaya pencegahan tersebut, yakni mulai melakukan penyampaian hingga mengeluarkan edaran penundaan. Hanya saja sayangnya, surat edaran yabg dikeluarkannya pada 15 Maret 2020 itu sampai kini tidak digubris baik panitia terbukti kedatangan jamaah Ijtima dari berbagai daerah terlebih dari luar negeri terus mengalir hingga Rabu (18/3/2020) malam.
” Kalau pencegahan, yang kita lakukan adalah penyampaian aurat edaran lalu tadi pagi kita mengecek, tim kesehatan sudah kita turunkan kesana untuk melakukan pemeriksaan. Lalu mulai dari tadi pagi sampai dengan mahgrib dilakukan penyemprotan desinfektan oleh Dinas Kesehatan Gowa. Dan insha Allah besok (Kamis, red) tetap dilanjutkan penyemprotan desinfektan disana,” kata Adnan.
Bupati Gowa ini juga mengatakan pihak Pemkab diwakili Sekretaris Kabupaten Gowa bersama Kapolres, Dandim dan tim terpadu termasuk Ketua MUI, FKUB, sudah menemui panitia intinya untuk diminta segera mengambil keputusan untuk mengadakan penundaan.
” Bahkan tadi dilakukan rapat koordinasi Pemkab dengan Pemerintah Kecamatan Bontomarannu, Muspika, MUI, FKUB dan dihadiri perwakilan panitia pelaksana namun belum ada pernyataan sepakat penundaan dari pihak panitia sebabnya, yang hadir itu bukan panitia inti sehingga mereka tidak bisa mengambil keputusan apapun,” jelas bupati.
Panitia yang hadit rakor Rabu sore itu hanya panitia lokal, sedang panitia inti infonya dari panitia lokal baru akan masuk ke Pakkatto Rabu malam ini.
” Karena memang yang stand by disitukan bukan panitia inti. Hanya panitia lokal saja. Panitia lokal tidak bisa mengambil keputusan. Mereka punya yang namanya Dewan Syuro. Dan dewan syuro ini terpencar di wilayah kota Makassar dan Sulawesi. Jadi Insha Allah sebentar subuh kata panitia lokal, para dewan syuro akan melakukan rapat usai salat subuh. Dan kita tunggu hasilnya. Maunya kita sih malam ini sudah ada keputusan penundaan dari panitia tapi lagi lagi panitia lokal hanya berpatokan dari rapat dan keputusan dewan syuro mereka. Jadi hasil pembicaraan kita tadi, mereka sehabis salat subuh besok (Kamis pagi, red) akan melakukan rapat dewan syuro. Kalaupun misalnya mereka tidak jadi menunda dan membubarkan kegiatan itu maka kita beri opsi tetap melakukan ijtima dengan catatan hanya satu hari saja kegiatannya dan langsung berhenti karena memang jamah sudah telanjur berada di Gowa, ” tandas Adnan lagi.
Adnan mengakui jika panitia kemungkinan besarnya tidak bisa lagi menundanya karena para ulama mereka sudah datang semua.
” Kalau memang tidak bisa ditunda, maka kita hanya minta diselenggarakan satu hari saja dari rencana pelaksanaannya selama 5 hari,” jelas bupati.
Untuk mencegah segala kemungkinan, menurut Adnan, setelah kegiatan selesai, mereka tidak boleh langsung kembali ke negara asal atau daerah asal.
” Sebab mereka harus menjalani semacam proses isolasi di lokasi Ijtima tersebut. Nanti kalau tiket kepulangannya sudah tiba, baru mereka bisa kembali,” kata bupati.-
