Site icon Ujung Jari

Pemuda Harus Melawan Hoax dan Sara di Pilkada 2020

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM –Himpunan Mahasiswa Jurusan Jurnalistik, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bakal mengawal Pilkada 2020 damai dengan mengambil perannya sebagai pemuda cerdas.

Untuk mengawal Pilkada damai 2020, KPU dan Bawaslu, kerjasama UIN Alauddin Makassar menggelar dialog publik dengan tema “Peran Pemuda Menangkal Hoax dalam Merajut Pilkada Damai” di Warkop Bundu Jln Aroepala Kota Makassar, Sabtu kemarin.

Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari, Anggota Komisioner KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar dan Ketua DEMA Universitas Islam Negeri Alauddin, Ahmad Aidil Fahri serta dihadiri para peserta berasal dari mahasiswa.

Menurut Ketua DEMA Universitas Islam Negeri Alauddin, Ahmad Aidil Fahri mengatakan peran dan tanggung jawab pemuda harus memulai dengan hal kecil dengan tidak menyebarkan berita yang mengandung isu Sara dan hoax di media sosial terkait perbedaan pilihan dan perbedaan politik saat ini.

“Pemuda harus berani berubah dari mindset pribadi dulu soal pilkada, sebab perubahan besar dimulai dari perubahan kecil, maka pemuda harus memulai dari hal kecil yaitu tidak menyebarkan berita yang mengandung isu SARA dan hoax,” ungkapnya.

Apalagi saat ini pengguna internet paling banyak adalah para pemuda, sehingga paling rentan mendapatkan hoax. Padahal hoax tersebut didesain agar pemilu maupun pemilihan tidak berjalan dengan baik.

“Separuh pengguna internet di Indonesia adalah pemuda, sehingga pemuda sangat rentan mendapatkan informasi bohong di media sosial. Padahal hoax dibuat untuk mengkotak-kotakkan kita serta membuat pemilu tidak berjalan dengan baik,” kata Ahmad Aidil.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari menuturkan peran pemuda sangatlah penting sehingga harus melawan hoax pada pemilihan 2020 ini. Sebab, pemuda juga harus membentengi publik dari hoax.

“Saat ini peran kita tidak pernah lepas dari keterlibatan peran pemuda, sehingga para pemuda juga harus punya peran melawan hoax pada pemilihan 2020 ini. Pemuda harus membentengi publik dari paparan hoax,” katanya. (Ita)

Exit mobile version