PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Sebanyak 856 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berdomisili di pulau terluar di kecamatan Liukang Tangaya menerima bantuan beras dari Kementerian Sosial sebanyak 57 ton.
Bantuan ini telah disurkan Dinas Sosial kabupaten Pangkep, Selasa(7/4) di Dermaga pelabuhan Maccini Baji di Kecamatan Labakkang.
Distribusi bantuan beras ke Ķecamatan Liukang Tangayya, yang merupakan wilayah terluar Kabupaten Pangkep yang berbatasan dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini diperkirakan akan menempuh pelayaran sekitar lima hari.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, Najemiah menyatakan, puluhan ton beras ini adalah program bantuan Sembako Kementerian Sosial.
Bantuan itu sebanyak 57 ton beras yang akan dibagikan kepada 865 KPM yang tersebar di enam desa/kelurahan se Kecamatan Liukang Tangayya.
Pengiriman bantuan yang disalurkan ini sesuai permintaan masyarakat pulau.
“Warga pulau sangat butuh beras dan rata-rata minta beras, sehingga kita siapkan cuma beras. Hal ini sesuai permintaan masyarakat,” ujar Najemiah.
Najemiah tak menampik jika penyaluran bantuan program sembako ini dipercepat untuk mengantisipasi kelangkaan pangan ditengah pandemi Covid-19.
Bantuan yang disalurkan tersebut terhitung sejak bulan Januari hingga Maret 2020.
“Pengiriman beras yang dilakukan saat ini diharapkan berjalan normal karena cuaca sangat baik. Berbeda dengan bulan-bulan lalu cuaca sangat buruk sehingga penyaluran terhambat karena tidak adanya kapal. Saat seperti ini merupakan waktu yang paling tepat dilakukan penyaluran bantuan sembako ini,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Satanger, kecamatan Liukang Tangaya Zubair mengatakan, bantuan beras ini dperkirakan tiba di pulaunya lima hari kedepan.
“Pelayaran ke pulau terluar seperti ke pulau Satanger dengan kondisi cuaca normal bisa ditempuh dengan waktu pelayaran sekitar lima hari,” ucap Zubair. (udi)
