MAROS, UJUNGJARI.COM — Pengurus PGRI Maros ikut berjibaku dalam penanganan covid-19. Para guru dari tingkat TK, SD dan SMP baik PNS maupun honorer rela menyumbang dana untuk para korban yang masuk zona merah yang selama diharuskan tinggal di rumah demi menekan jumlah korban covid-19 yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maros.
Penyerahan bantuan kali kedua ini dipimpin Ketua PGRI Maros Andi Patiroi yang didampingi Ketua BKP PGRI Maros Hajrah Kadir, Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Abd Muis, Sekretaris PGRI Samsul Alam dan sejumlah pengurus PGRI Maros.
Kepala Dinas Pendidikan Maros Takdir saat dihubungi media ini mengatakan, bantuan yang diserahkan ini berupa sembako.
” Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan guru yang begitu besar kepeduliannya hingga bantuan yang diberikan itu dapat dimanfaatkan saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan,” ujar Takdir.
Dikatakan Takdir, sumbangan para guru yang tergabung pada organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Maros pasca kasus covid-19 yang melanda sejumlah wilayah hingga saat ini terus mengalir ke rekening pengurus yang sudah ditunjuk menangani dana bantuan tersebut. Pelaporan jumlah dana setiap hari telah dikirim ke grup Whatsapp PGRI dan Dinas Pendidikan, sehingga seluruh anggota PGRI dapat mengetahui perkembangan jumlah dana yang sudah masuk dan penyalurannya.
” Upaya para pengurus PGRI untuk menggalang dana kemanusian bantuan covid-19 perlu diapresiasi karena kerjanya cepat dan tuntas sampai ke korban yang berhak menerimanya,” ujar Takdir.
Kemudian kata Takdir, selain penyerahan bantuan ke Satgas Covid -19 di Maros, PGRI juga secara langsung menyalurkan bantuan sembako ke masyarakat yang kurang mampu dan berdomisili di sekitar sekolah masing-masing. Para anggota PGRI telah mendata masyarakat sekitar sekolahnya yang kurang mampu lalu melaporkan ke pengurus PGRI untuk mendapatkan bantuan.
” Bantuan yang diberikan anggota PGRI di beberapa titik dimaksudkan agar saudara-saudara kita dapat memanfaatkannya pasca kasus covid-19 yang melanda sejumlah wilayah di Maros,” ujar Takdir.
Dikatakan Takdir, perjuangan melawan virus corona ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah sendirian, tapi harus dilakukan bersama seluruh masyarakat.
“ Seluruh komponen masyarakat harus turut berkontribusi. Kita semua patut mengutamakan solidaritas bangsa,dan bergotong-royong bersama pemerintah mengatasi krisis,” kata Takdir. –
