Site icon Ujung Jari

24 WNA India Diisolasi di Masjid Jami Al Hidayah Paccinongan, Satu Positif Covid,  Bupati Gowa: Bukan Peserta Ijtima Asia

GOWA, UJUNGJARI.COM — Masyarakat Kabupaten Gowa khususnya warga Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu kembali cemas lantaran baru diketahui ada 24 warga negara asing (WNA) asal India berada di Kelurahan Paccinongan.

Mereka sudah berhari-hari berada di kelurahan yang merupakan wilayah pertama di Gowa yang dijangkiti virus corona. Setelah ditelusuri para WNA India ini ternyata berada di Paccinongan dalam rangkaian menjalankan syiar agama dengan berdakwah dan menetap sementara di markas dakwah Masjid Jami Al Hidayah Paccinongan.

Yang membuat masyarakat setempat panik karena dari 24 WNA India ini, satu orang diantaranya dinyatakan positif covid-19 pasca dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.

Para WNA India ini terendus sejak Kamis (9/4/2020) pukul 14.30 Wita setelah aparat pemerintah kelurahan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa dan tim medis puskesmas berkoordinasi dengan Ustadz Gazali selaku penanggung jawab tamu dari luar negeri Jamaah Tabliq Masjid Jami Al Hidayah tersebut.

Dari hasil koordinasi dengan Ustadz Gazali dan para panitia penerima tamu luar negeri diperoleh hasil data bahwa ada 24 WNA India dan terbagi tiga kelompok saat ini berada di Markas Dakwah Masjid Jami Al Hidayah Paccinongan.

Tiga kelompok jamaah tabliq negara India ini masing-masing Kelompok I terdiri dari 8 orang yakni Dilbahar (Paspor K1134832), Akhalak (Paspor S2 595410), Allah Rakha (Paspor J8654753), Furkan (Paspor S4199337), Islam (Paspor TO952426), Farakat (Paspor TO952425), Farmud (Paspor L4199194) dan Abdul Hamid (Paspor S4206507).

Rencananya, kelompok 1 ini akan kembali ke India pada 13 Mei 2020 pukul 14.00 Wib mendatang dengan menggunakan pesawat Air Asia Kode Booking : Y5WHHA; Jakarta – Kualalumpur – New Delhi.

Kelompok II terdiri 8 orang meliputi: Shaek Himab (Paspor P3733079), Hakeemulla (Paspor T2665167), Sheik Sultan (Paspor N7842301), Sheik Hansar Madheena (Paspor M7878060), Shaik Khan (Paspor U1844477), Shaik Madina Sahib (Paspor T8571683), Shaik Badekhan (Paspor T8567721) dan  Shaik Dawoodh (Paspor U1858174).

Kelompok II ini rencana kembali ke India berdasarkan tiket pada 10 Mei 2020 pukul 14.00 Wib yang akan menumpangi pesawat Air Asia Kode Booking MUHSHS, Jakarta -Kualalumpur – New Delhi.

Sedang Kelompok III sebanyak 8 orang juga yakni Arif Husain (Paspor T7354191), Akbar (Paspor T5684336), Harun (Paspor T2300908), Kabir Ahmad (Paspor M4417211), Mohamad Mubin (Paspor K9499246), Samsudin (Paspor T5646838), Nasru (Paspor T5688587) dan Mohd Jahid (Paspor M4974941).

Untuk kelompok III ini dijadwal kembali ke negaranya pada 8 April 2020 pukul 01.00 Wib menumpangi pesawat Malindo Airway 737-800 Konfirm Booking : GBJTGC; Jakarta – Kualalumpur – New Delhi.

Namun sampai saat ini anggota kelompok III tersebut, masih berada di Markas Dakwah Masjid Jami Al Hidayah karena sampai saat ini negara yang akan dituju dalam status Lock Down.

Berdasarkan data Satuan Intelkam Polda Sulsel dan Polres Gowa, bahwa 24 WNA India tersebut visanya akan berakhir pada 16 April 2020 mendatang. Dan pihak Imigrasi Sulsel pun telah melakukan komunikasi kepada oihak Kedubes India untuk mengurus kepulangan warga Negara India yang ada di Markas Dakwah Masjid Jami Al Hidayah Gowa. Hingga kini keberadaan WNA India tersebut tetap dalam pantauan Imigrasi Sulsel.

Menurut data Kepolisian Derah Sulsel,  riwayat perjalanan mereka di Indonesia adalah WNA tersebut tiba di Indonesia pada 20 Desember 2019 dan 26 Januari 2020 lalu. Selanjutnya agenda kunjungan mereka menuju Provinsi Sulbar untuk melakukan syiar. Dan pada 26 Maret 2020 masuk ke Wilayah Sulsel di Kabupaten Gowa untuk melaksanakan kegiatan yang sama, namun karena situasi yang tidak memungkinkan sehingga tidak melaksanakan giat tersebut sampai saat ini.

Setelah keberadaan para jamaah tabliq ini diketahui, pemerintah kelurahan, pemerintah kecamatan bersama Kepolisian Resort Gowa dan Kepolisian Sektor Somba Opu terus memantau dan meminta panitia Masjid Jami Al Hidayah agar tidak keluar dari masjid untuk mengantisipasi tidak berbaur dengan warga sekitar.

Menyikapi hal ini, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang dikonfirmasi sejumlah media melalui pesan WhatsApp, Senin (13/4/2020) sore membenarkan adanya WNA India tersebut setelah pihaknya mendapatkan informasi keberadaan para WNA India tersebut.

” Iya..pihak kami telah melakukan pemeriksaan rapid test kepada para WNA India di Masjid Jami Al Hudayah Paccinongan oleh petugas Dinas Kesehatan, Puskesmas Samata didampingi Lurah Paccinongan dan Babinsa. Saya juga sudah melaporkan ke Bapak Gubernur Sulsel dan Forkopimda Sulsel. Dan dari 24 orang WNA yang diperiksa rapid test, ada satu orang hasilnya Positif an Muh Isla dan saat ini yang bersangkutan akan dibawa ke RS untuk Isolasi,” jelas Bupati Adnan.

Adnan juga mengatakan, setelah pemeriksaan rapid test ini, kemudian lokasi masjid Jami Al Hidayah akan disemprot disinfektan secara keseluruhan dan memberikan sembako untuk kebutuhan 14 hari kepada para WNA India yang diisolasi di masjid.

” Lurah, Binmas dan Babinsa akan melakukan pengawasan selama 14 hari untuk memastikan mereka terkarantina (isolasi mandiri),” jelas Adnan.

Bupati Gowa juga menginformasikan bahwa para jamaah tabliqh asal India tersebut bukan peserta Ijtima Asia di Pakatto. –

Exit mobile version