MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Angka kematian dokter di Indonesia akibat virus corona merupakan tertinggi di dunia. Penyebab utama minimnya alat pelindung diri (APD), serta ketidakjujuran masyarakat yang sudah pernah berinteraksi dengan terpapar virus Covid-19.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menghaturkan duka mendalam. Tanpa dokter dunia lumpuh, dokter merupakan aset sehingga wajib di lindungi. “Sebab kalau dokter selamat maka banyak jiwa yang terselamatkan,” ujar Guntur Laupe.
Guntur Laupe mengapresiasi atas kepeduliam PT Bintang serta PMI Kota Makassar terhadap keselamatan dokter dengan donasi rapid test 300 residen dokter serentak se kota Makassar.
“Ini bentuk apresiasi kepada pejuang Covid-19,” pungkas orang nomor satu di Polda sulsel ini
Sementara Direktur PT Bintang, Andri Gunawan Horas, mengatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap pandemi virus corona yang telah banyak jatuh korban. “Dokter jumlah tertinggi di dunia yang menjadi korban,” ujar Gunawan?
Ketua PMI Makassar Syamsu Rijal (Deng Ical) berharap distribusi rapid test ini dapat meminimalisir resiko bagi dokter yang bertugas dalam misi mulia ini.
Ketua Satgas IDI Makassar tanggap Covid-19 dr Muhammad Sakti Sp.OT didampingi Humas IDI Kota Makassar Dr Wachyudi Muchsin SH menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada bintang Peduli, PMI Kota Makassar dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe atas kepeduliannya keselamatan dokter.
“Dengan rapid test ini bisa melakukan pencegahan sehingga tidak ada lagi rekan sejawat kami yang menjadi korban,” pungkas dokter Sakti.
Humas IDI Kota Maksssar, Dokter Koboi panggilan akrabnya, dengan dilaksanakan rapid test buat residen dokter merupak simbol perlawanan bersama terhadap Corona. Sehigga bisa diikuti partisipasi dan peningkatan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Dokter Wachyudi Muhsin memberi apresiasi khususnya kepada Ketua PMI Makassar Syamsu Rijal yang selama ini konsisten berjuang untuk kemanusiaan.
Dokter Yudi mewakili seluruh rekan sejawat dokter memberi apresiasi kepada Ketua PMI Makassar, yang tidak bosan mengajak semua pihak termasuk pengusaha untuk bersama membantu dokter dan paramedis dalam pengadaan APD.
“IDI Makassar dan PMI selalu bersama seluruh lapisan masyarakat memerangi virus corona hilang di Makassar dan Indonesia,” pungkasnya. (**)
