Site icon Ujung Jari

Bocah Lakilaki Ini Jual Kalung Choker Bikinannya Demi Nyumbang APD Tim Medis, Istri Bupati Gowa Terharu

GOWA, UJUNGJARI.COM — Salut buat anak sekecil Bentley yang ternyata sudah miliki jiwa sosial yang tinggi. Bocah lakilaki berusia 7 tahun ini betul-betul patut diacungi jempol.

Keahliannya membuat kalung choker (kalung etnik aneka warna) ini ternyata bukan sekadar menyalurkan hobby semata dan buat menyenangkan dirinya, tapi rupanya putra pemilik Phie’s Salon  Bentley ini punya jiwa humanis yang membuat ibundanya, Ivana Phie (owner salon Phie’s Bentley) bangga.

” Bentley sangat unik. Dia anak sulung saya (dua bersaudara) dan baru duduk di sekolah dasar. Saya bangga dia anak cerdas dan punya rasa kepedulian yang tinggi,” sebut Ivana.

Bentley kata Ivana punya keahlian merangkai manik-manik menjadi sebuah kalung choker yang cantik.

Kalung choker buatan Bentley inipun dijual putranya seharga Rp 200 ribu per untai. Kreasi Bentley membuat choker sangat menawan, bahkan Ivana memberi jempol buat putrinya sebab ide-ide kreatifnya cukup banyak sehingga choker buatannya pun beragam.

Memiliki jiwa kemanusiaan memang seharusnya ada dalam kehidupan sosial masyarakat. Jiwa kemanusiaan itu sendiri tak mengenal usia, derajat ekonomi, jabatan dan segala hal lainnya. 

Inilah yang diperlihatkan Bentley Humprey Asaloei (nama lengkap Bentley), murid Bambini school di Makassar.

Bentley mendonasikan seluruh hasil penjualan kalung choker buatannya sendiri untuk membantu dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien virus corona atau covid-19. 

Hasil penjualan kalung chokernya membuahkan 54 buah baju hazmat yang merupakan alat pelindung diri (APD). APD inipun Bentley sumbangkan untuk tenaga medis salah satunya kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gowa. 

Ditanya dimana Bentley mendapatkan keterampilan membuat kalung choker, Ivana mengatakan, putranya tersebut suka melihat aktivitas ibunya yang bukan hanya mengurusi salon miliknya yang berlokasi di kota Makassar, namun Bentley ternyata memiliki daya paham yang tinggi. Sehingga baru saja sekilas diajari membaut choker, Bentley sudah mahir dan akhirnya membuat sendiri.

“Hasilnya cantik menawan. Dan ketika dia jual ke teman-temannya termasuk ke kolega saya, choker-choker bikinan dia laris. Bentley pun senang dan kemudian tiba-tiba idenya muncul untuk menyumbang di tengah pandemi ini. Dia memohon agar hasil penjualan kalungnya disumbangkan untuk tenaga medis. Saya bangga,” beber Ivana.

Mampu mengadakan 54 baju hazmat, akhirnya Bentley pun mengajak ibundanya untuk membuat choker lebih banyak lagi untuk disumbangkan lagi ke tim medis lainnya.

“Karena kasihan melihat para dokter dan suster yang berada di garda terdepan, Bentley mengajak saya untuk bikin kalung lebih banyak biar seluruh hasil jualan kalung choker buatannya bisa diberikan kepada para tenaga medis di Sulsel, salah satunya di Kabupaten Gowa,” urai Ivana menyampaikan harapan-harapan terpuji putranya.

Dikatakan Ivana, sejak dibukanya pemesanan pada akhir Maret 2020 lalu, ternyata banyak yang tertarik bahkan sehari ia mengaku dapat memproduksi hingga lima pcs kalung dengan harga Rp200 ribu per kalung.

” Dari awal niat kami memang untuk membantu, jadi seluruh hasil jualan itu untuk membantu tenaga medis, khusus bantuan ke Kabupaten Gowa nominal yang terkumpul sekitar Rp 4 juta dan kami dibelikan pakaian hazmat,” kata Ivana.

Hobby membuat kalung chocker ini mulai diminati Bentley sejak dirinya sering membantu Ivana setiap ada pesanan. Adanya bantuan ini diharapkan para tenaga medis sebagai garda terdepan bisa melindungi diri dalam menangani pasien serta pandemi covid-19 ini bisa segera berlalu.

“Ini masih kurang sih menurut saya, tapi kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi tenaga medis kita,” kata Ivana.

Melihat aksi kemanusiaan dari anak berumur tujuh tahun ini, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan mengaku sangat terharu.

“Super terharu dengar ceritanya karena Bentley sendiri yang mengusulkan agar hasil kalung buatannya dijual dan hasilnya disumbangkan untuk dapat membantu para dokter. Ide yang sangat mulia,” ucap Priska saat menerima bantuan tersebut kemudian diteruskannya kepada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa.

Istri Bupati Gowa inipun mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian masyarakat dan seluruh pihak yang memiliki jiwa kemanusiaan tinggi termasuk kepada Bentley dan dan kepada Dwi Kirana (murid kelas 5 SD di Kecamatan Bontomarannu, Gowa) yang menyumbangkan isi celengannya dalam membantu Indonesia, Sulawesi Selatan, hingga Kabupaten Gowa dalam memutus mata rantai penularan covid-19. 

” Mari kita memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini dengan tinggal di rumah saja. Tinggal di rumah pun bisa melahirkan inovasi dan kreativitas kita semua untuk saling menopang, saling mendukung sehingga kita semua bisa terhindar dari virus corona ini. Selalu semangat dan jangan mudah menyerah,” kata Priska Paramita Adnan.-

Exit mobile version