Site icon Ujung Jari

Kadis Sosial Bulukumba: Bantuan Langsung Tunai Kemensos dengan BLT Desa Beda

BULUKUMBA, UJUNGJARI.COM — Bencana nasional non alam yakni corona virus (covid-19) yang melanda dunia menjadi perhatian serius pemerintah di Indonesia, baik nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Penyebaran wabah covid-19 ini begitu cepat menular dan bisa mematikan manusia dalam hitungan waktu yang cepat.

Untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut, pemerintah pusat mengeluarkan anjuran agar warga tetap berdiam di rumah saja. Namun yang pasti, anjuran tersebut pastinya berdampak pada ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia.

Karenanya, untuk mengantisipasi kebutuhan warga selama pandemi corona, pemerintah menggelontorkan anggaran baik dari kementerian maupun anggaran daerah untuk membantu warga yang terdampak corona tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan di Kabupaten Bulukumba, pemerintah daerah sudah mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa kebutuhan sembako di beberapa kecamatan dengan kuota 50 KK per desa.

Kepala Dinas Sosial Bulukumba Syarifuddin mengatakan bahwa banyak ragam bentuk bantuan yang mesti warga pahami di masa pandemi  ini. Jenis-jenis bantuan itu yakni bantuan langsung tunai (BLT) dari pusat dengan BLT dari dana desa, itu berbeda dan penerimaannya pun tidak boleh dobel.

” Pada BLT Kemensos, warga terima sebanyak Rp 600 ribu dari (dana pusat) selama tiga bulan yang rencananya akan diterima di kantor Pos, sedangkan BLT dari dana desa sebanyak Rp 600 ribu juga akan diatur di desa sendiri, yang jelas penerima tidak dobel,” kata Syarifuddin, Rabu (29/4/2020).

Sementara katanya, bantuan sembako penanganan covid -19 untuk Bulukumba yang bersumber dari bantuan provinsi dan kabupaten melalui dana APBD, saat ini sementara dilakukan pendistribusiannya ke masyarakat.

Sementara itu untuk penerima PKH menerima uang tunai bervariasi dari segi komponen kesehatan, seperti ibu hamil dan balita, Rp 759 ribu per triwulan, sedangkan komponen pendidikan untuk SD sebesar Rp 225 ribu, SMP sebesar Rp 375 ribu, SMA sebesar Rp 500 ribu per penerima PKH itu sendiri.

” Kita berharap penerimaan sembako dan bantuan lainnya kepada masyarakat ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Bulukumba yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut. Kita juga berharap untuk pembagian di lapangan, pemerintah desa membaginya kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan tidak pilih kasih dalam pembagian sembako tersebut,” kata Syarifuddin.

Untuk diketahui, BLT dari Kemensos ini dilakukan validasi oleh kementerian sendiri sesuai dengan basis data terpadu dan data yang telah diberikan oleh desa. 

” Artinya bantuan BLT Kemensos itu bukan lagi desa yang mendata siapa orang yang dia tunjuk untuk menerima, tapi Kemensos sendiri yang melakukan verifikasi sesuai dengan basis data terpadu,” tambahnya lagi.-

Exit mobile version