GOWA, UJUNGJARI.COM — Pemandangan yang menggugah hati terlihat di area luar kompleks pemakaman para jenazah covid-19 di Jl Teratai, Macanda, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Sejumlah warga yang merupakan keluarga salah satu jenazah korban covid-19 yang telah dimakamkan di pekuburan khusus milik Pemprov Sulsel ini hanya bisa menyampaikan doa untuk keluarganya yang telah dimakamkan karena vonis covid-19.
Mereka hanya bisa memanjatkan doa buat keluarganya tercinta yang ketika selama dirawat di rumah sakit sebagai pasien positif corona lalu meninggal dunia dan sampai dikuburkan tidak bisa didampingi satu orang pun keluarga terdekat.
Para warga ini dilarang masuk ke area makam dan akhirnya hanya bisa berjejer di pinggir jalan di kawasan luar kompleks makam untuk berdoa bersama.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, Rabu (13/5/2020) malam mengatakan, tidak diperbolehkannya keluarga jenazah masuk ke area pemakaman untuk berziarah meski hanya untuk menabur bunga dam berdoa lima menit disebabkan karena lokasi pemakaman diduga tidak steril untuk kesehatan pihak keluarga jenazah.
“Apalagi dalam kompleks makam itu ada sekira 130 lebih jenazah yang dimakamkan dan semuanya dimakamkan sesuai SOP WHO. Pelarangan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pihak keluarga serta SOP nya telah ditetapkan. Sesuai aturan tidak diperbolehkan bagi siapapun masuk melakukan aktivitas kecuali petugas pemakaman atau ada ijin dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel,” kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan.
Dikatakan AKP Mangatas Tambunan, jelang Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi telah menjadi tradisi bagi setiap umat muslim untuk berziarah kubur.
” Tapi harap maklum bagi keluarga jenazah yang kebetulan harus dimakamkan di Macanda ini. Untuk saat ini, tetap dilarang masuk ke area pemakaman untuk ziarah kubur. Seperti yang dilakukan beberapa orang dari pihak keluarga almarhum ingin melakukan zikir dan doa di pemakaman pada Rabu malam pukul 22.00 Wita. Tidak alasan untuk memperbolehkan mereka masuk,” jelas Mangatas Tambunan.
Sebelumnya, beberapa pihak keluarga bersihkeras ingin melakukan ziarah dan doa di pusara keluarganya. Namun, dengan upaya persuasif dan humanis kemudian diberikan pengertian selanjutnya warga tersebut dapat memahami dan menyadari lalu merekan pun berdoa di pinggir jalan tepatnya di depan kompleks pemakaman.
” Ini merupakan kejadian pertama di Kabupaten Gowa. Kita berharap pengalaman ini menjadi pelajaran buat kita semua sebagai warga Sulsel dan terkhusus warga Gowa dan saya berpesan mari kita waspadai bahaya virus ini dengan cara mengindahkan imbauan pemerintah, ” tutup AKP Mangatas Tambunan.
Seperti diketahui, hingga Rabu (13/5/2020) malam sudah sebanyak 137 jenazah korban covid-19 yang dimakamkan di pekuburan khusus korban covid-19 di Macanda Kabupaten Gowa.
Kasubag Humas Polres Polres Gowa pun berpesan kepada seluruh warga Gowa untuk mengikuti anjuran pemerintah agar tetap berdiam di rumah, menggunakan masker, sarung tangan, jaga jarak dan beberapa imbauan lainnya agar virus tersebut tidak hinggap pada diri kita maupun orang lain.
” Mematuhi imbauan pemerintah berarti anda menyayangi keluarga dan diri sendiri,” tambahnya.-
