ikut bergabung

Dikeroyok di Depan SMAN 18, Korban Minta Para Pelaku Diproses Hukum

LEBAM -- Korban Sapril dengan luka memar di wajahnya.

Hukum

Dikeroyok di Depan SMAN 18, Korban Minta Para Pelaku Diproses Hukum

MAKASSAR, UJUNGJARI — Sapril (25), warga BTN Mangga Tiga Blok G6/20, nyaris tewas dikeroyok sekelompok pemuda yang sedang mabuk di depan SMAN 18 Makassar, pada Minggu, 17 Mei 2020, sekitar pukul 01.35 Wita. Akibat pengeroyokan ini, korban harus dirawat di RS Daya karena mengalami kepala bocor dan muka babak belur.
Akibat pengeroyokan yang dialaminya, korban sangat berharap kepada polisi agar dapat memproses hukum para pelaku yang berhasil diamankan pada saat kejadian.
Korban yang dihubungi di rumah neneknya pada Rabu (20/5), mengatakan, pada malam kejadian korban berboncengan motor dengan Idang (14) dari perumahan Departemen Agama (Depag). Dalam perjalanan pulang, tepatnya di depan SMA 18 Makassar, para pelaku Asril alias Acci yang baru selesai pesta miras mencegat korban untuk berhenti sambil mengatakan ”Singgako dulu”.
Korban yang merasa tidak ada urusan dengan para preman mabuk itu baik bertanya ”Ada apa bos dengan saya, lalu saya turun dari motor”. Rupanya, Asril yang mantan narapidana kasus perampokan di jalan raya yang baru keluar dari LP Gunung Sari langsung memukul korban. Kemudian Nadir (teman Acci), ikut memukul korban.
”Saya tidak diberikan kesempatan berbicara. Pelaku Asril langsung memukul muka saya hingga perasaanku tidak terkendali,” ujar Sapril.
Ditambahkan korban, meski pukulan bertubi-tubi mendarat di wajahnya, namun korban tetap berupaya membela diri. Namun salah seorang pelaku lainnya bernama Nadir, menghatam kepala saya dengan batu hingga saya tidak sadarkan diri.
”Saya sudah tidak tau pak siapa-siapa yang hajar saya. Karena saya jatuh pingsan saat salah seorang pelaku memukul batu kepalaku,” jelas korban.
Ditambahkan korban, hanya dua orang saja yang sempat dikenali waktu pertama kali dipukul, yakni Asril alias Acci bersama Dahril. Setelah itu dirinya pingsan akibat hantaman benda tumpul. ”Saya baru sadar setelah berada di rumah sakit. Dan itupun polisi yang membawa saya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” sebut korban.
Sementara itu, Ros, ibu korban yang duduk di samping anaknya berharap agar para pelaku diproses hukum.
”Kasian kami pak orang yang tak punya. Bapaknya sudah lama tidak ada dan anak saya yang satunya bekerja sebagai tukang batu menjadi tumpuan keluarga kami. Sekarang sudah tidak kerja akibat sakit di kepalanya,” ujar Dg Ros sambil menangis. (ari)

BOCOR — Kepala Sapril harus diperban karena bocor dihantam batu salah seorang pelaku.

Komentar Anda

Channel
Comments

Berita lainnya Hukum

Populer Minggu ini

Arsip

To Top