Site icon Ujung Jari

Selama April, PLN Maros 20 Kali Kecurian Kabel Listrik

MAROS, UJUNGJARI.COM — Tindak kejahatan pencurian saat pandemi covid-19 makin marak di wilayah Kabupaten Maros.

Tidak tanggung-tanggung, pencuri pun tidak takut covid-19 apalagi hanya kabel listrik milik PLN. Kabel listrik milik  PT PLN (Persero) Kabupaten Maros yang terbentang rapi dan bertegangan tinggi di atas jalan poros kabupaten, sudah 20 kali diembat maling kabel di siang bolong. 

Ratusan meter kabel listrik milik PLN berhasil dibawa kabur pelaku yang dipastikan lebih dari satu orang.  Akibatnya PT PLN (Persero) Maros mengalami kerugian puluhan juta.

Manager  PT PLN (Persero) Maros Syarifuddin  pada wartawan mengatakan ada 865 unit travo yang beroperasi di wilayah Maros sementara personil atau petugas lapangan PLN sangat terbatas sehingga pengawasan tidak bisa optimal. 

” Petugas lapangan kami sangat terbatas sementara ada 865 travo harus diawasi. Karena keterbatasan SDM inilah sehingga kami sudah 20 kali kecurian kabel di travo-travo. Untuk itu kami butuh bantuan, partisipasi masyarakat untuk mengawasinya sebab anggota kami sangat terbatas memantau seluruh travo yang beroperasi di wilayah Maros,” kata Syarifuddin.

Syarifuddin mengatakan, aksi pencurian kabel yang terjadi pada April 2020 ini sebanyak dua puluh kali. Kejadian ini baru diketahui setelah ada laporan dari pelanggan PLN yang mengeluh karena aliran listriknya padam. Dari dasar aduan itu, petugas PLN khusus yang menangani gangguan listrik langsung ke lokasi untuk memeriksa penyebab aliran listrik padam. 

Ternyata setelah dicek, kabel listrik yang terbentang di atas tiang telah disatroni pencuri.

” Kabel yang terpasang di atas tiang dipotong pencuri kabel, membuat  pelanggan resah karena aliran listriknya terputus,” ujar Syarifuddin.

Ditambahkan Syarifuddin, wilayah yang menjadi incaran para pelaku adalah wilayah dekat kompleks Zipur Moncongloe, kabel bentangan di Dusun Tamutamu, Desa Moncongloe Lapara, Kecamatan Moncongloe, kabel bentangan di Perum BSS Moncongloe, kabel bemtangan di Dusun Birinjene, Desa Moncongloe Induk, kabel bentangan di Pesantren Kandeapi poros Karingo, kabel bentangan Perum Puri Carangki dan kabel Perum Nur Azila Bulubulu’ Patontongan.

” Selama April sudah dua puluh kali terjadi pencurian kabel listrik PLN Maros,” sebut Syarifuddin.

Dikatakan Syarifuddin, kasus pencurian kabel milik PLN Maros sudah sangat meresahkan para pelanggan.

Bahkan kata Syarifuddin, warga pelanggan kerap melihat aktivitas  oknum pencuri memanjat tiang hanya saja warga mengira itu adalah petugas PLN yang tengah melakukan perbaikan jaringan.

” Ternyata mereka adalah oknum yang mencuri kabel-kabel bentangan tersebut. Kami harap masyarakat sekarang harus jeli melihat apakah petugas PLN atau bukan. Jika kendaraan yang digunakan tidak berlogo PLN maka kami minta partisipasinya menanyakan ke orang tersebut surat tugas atau identitasnya dari PLN Maros. Jika tidak bisa memperlihatkan identitas resmi maka segera melaporkannya ke PLN terdekat, ” harap Syarifuddin.-

Exit mobile version