Site icon Ujung Jari

PMI Gowa Sterilkan 1.351 Tempat Ibadah, Rauf: Masuk Masjid dan Gereja, Harus Pake Masker dan Atur Jarak

GOWA, UJUNGJARI.COM  — Sebanyak 1.351 tempat ibadah berupa masjid dan gereja disterilkan menggunakan cairan disinfektan. 

Penyemprotan ini dilakukan secara massal oleh jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gowa dalam gerakan memutus mata rantai penyebaran corona virus (covid-19) di Gowa.

Penyemprotan massal disinfektan yang dilakukan mulai Sabtu (6/6/2020) di Gowa dan diagenda sampai besok menyasar 1.351 tempat ibadah masing-masing 1.329 masjid dan 22 gereja.

Penyemprotan disambut baik Pastor Gereja Katolik Manggarupi, Junturing. Pastor Junturing berharap aktivitas ibadah di Gereja Katolik Manggarupi ini kembali berjalan seperti biasa pasca PSBB telah dilakukan beberapa pekan lalu. Sejak PSBB diberlakukan juga sebelum PSBB, aktivitas gereja termasuk masjid ditutup. Selama ini pelaksanaan ibadah di gereja kata Pastur Junturing, hanya dilakukan melalui online atau live streaming. 

” Penyemprotan diharapkan bisa memutus penyebaran covid-19. Setelah ini kami akan bersurat dan mohon ijin untuk melaksanakan ibadah di sini. Kalau pemerintah sudah mengizinkan baru kita laksanakan, kita ikuti apa arahan pemerintah,” kata Pastor Junturing.

Hal sama di Masjid Agung Syekh Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Sejumlah persiapan penerapan protokol juga sudah disiapkan guna menyambut jamaah yang akan melaksanakan salat Jumat berjamaah maupun salat fardhu lainnya.

Saat masjid-masjid dibuka dan pelaksanaan ibadah berjamaah di masjid diberlakukan lagi, maka protokol kesehatan berlaku.  Bahkan, Sabtu siang tadi disela penyemprotam disinfektan, di masjid Agung Syekh Yusuf dilakukan pemasangan tanda untuk mengatur jarak antara jamaah.

” Kami sudah pasangi lantai masjid dengan stiker untuk mengatur jarak jamaah. Kita atur jarak 120 centimeter,” kata Kepala Bidang Pembinaan Sosial Spiritual Dinsos Gowa Najamuddin.

Selain mengatur jarak, beberapa protokol kesehatan juga yang akan diterapkan oleh pengurus Masjid Agung Syekh seperti jamaah wajib pakai masker, wudhu atau cuci tangan sebelum masuk ke masjid, serta pengukuran suhu tubuh.

” Kami juga meminta untuk membawa perlengkapan salat sendiri. Bagi jamaah yang ada gejala sakit atau batuk atau influenza sebaiknya salat di rumah saja dan tentunya menaati aturan shaf,” tambah Najamuddin.

Terpisah, Ketua PMI Kabupaten Gowa Abd Rauf Malaganni yang juga Wakil Bupati Gowa menjelaskan terkait penyemprotan disinfektan ini.

” Tempat ibadah ini akan kembali berfungsi seperti biasa untuk kegiatan ibadah bagi masyarakat baik di masjid-masjid maupun di gereja. Kami melakukan penyemprotan ini sebagai persiapan antisipasi penyebaran covid di tempat-tempat ibadah yang akan mulai dibuka kembali,” kata Abd Rauf Malaganni disela-sela penyemprotan di Gereja  Katolik Manggarupi Kecamatan Somba Opu.

Rauf juga meminta semua tempat ibadah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

” Jadi jamaah yang ingin beribadah dan masuk di masjid atau pun gereja harus menggunakan masker, jaga jarak, tindak berkontak, rajin cuci tangan dan menyiapkan tempat cuci tangan. Inilah tradisi baru yang kini harus kita jalani saat pandemi covid-19 masih melanda,” kata Rauf.-

Exit mobile version