BANJARBARU, UJUNGJARI.COM — Kasus penyerangan Polsek Daha Selatan di Banjar Baru, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan yang menewaskan seorang personil Polri setempat pada beberapa waktu lalu, mulai disupervisi oleh pihak Mabes Polri.
Sabtu (6/6/2020) kemarin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar bertandang ke Banjar Baru untuk melihat langsung kondiai Polsek Daha pasca penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) dan sekaligus menyambangi keluarga personil Polisi Anumerta LL korban penyerangan tersebut di rumah duka di Hulu Sungai Selatan.
Kedatangan Kepala BNPT Polri ini disambut Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Dr Nico Afinta didampingi Karo Ops, Direktur Intelkam, Direktur Reskrimum dan Kabid Humas Polda Kalsel serta Kasatgas Wil Den 88 Kalsel Tim Utara di VIP Room Pemkab Banjar Baru.
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka supervisi kasus penyerangan OTK tersebut di Polsek Daha Selatan.
Usai mendengarkan penjelasan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta, Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Dr Sugeng Riyadi, Kapolres Hulu Sungai Selatan AKBP Siswoyo dan Kasat Reskrim Polres Hulu Sungai Selatan AKP R Prawira Bala Putra Dewa, Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar melayat ke rumah duka Bripka (Anumerta) LL.
Setelah bertemu dengan keluarga Bripka (Anumerta) LL korban penyerangan OTK di Polsek Daha Selatan, Kepala BNPT beserta rombongan selanjutnya menuju Kota Banjar Baru untuk bersilaturahmi dengan Ketua MUI Kalsel dan tokoh agama lainnya.
Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar dalam lawatannya tersebut mengharapkan seluruh personil Kepolisian yang bertugas di wilayah Kalimantan Selatan menjadi kasus penyerangan ini sebagai sebuah pengalaman pahit yang tidak boleh terulang lagi.
” Ini sehuah pengalaman pahit sehingga para petugas diharapkan dapat mengantisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban yang berisiko tinggi dan jika terjadi ancaman terorisme di waktu yang akan datang,” kata Komjen Pol Dr Boy Rafly Amar.
Dalam kunjungan ke Kalimantan Selatan ini, Kepala BNPT turut didampingi oleh Deputi I BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi 2 BNPT Irjen Pol Budiono Sandi, Direktur Pencegahan BNPT Irjen Pol Hamli, Direktur Lindung BNPT Brigjen Pol Herwan Chaidir, Direktur Penindakan BNPT Brigjen Pol Torik Triyono, Direktur Gakkum BNPT Brigjen Pol Edi Hartono dan Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas.
Kepada isteri almarhum Bripka (Anumerta) LL beserta pihak keluarga lainnya, Komjen Pol Dr Boy Rafly Amar menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa yang terjadi.
“ Kami berdoa semoga almarhum meninggal sebagai sahid, karena kami tahu almarhum meninggal dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan masyarakat,” tutur Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar didampingi Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta di rumah duka.
Dia berharap kejadian yang cukup menggemparkan tersebut tidak terulang lagi dikemudian hari dan kasus ini terus ditindaklanjuti serta protap keamanan lebih ditingkatkan lagi.
“ Kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menyaring informasi, khususnya media internet dari hal-hal yang negatif apalagi mengandung sara dan lainnya,” imbau Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar.
Jenderal bintang tiga ini pun berpesan agar selalu memantau generasi muda yang dominan menggunakan media sosial (medsos), sehingga tidak ada penyalahgunaan dan terpengaruh hal-hal yang negatif. Dalam kesempatan tersebut Kepala BNPT dan Kapolda Kalsel menyerahkan bantuan berupa santunan kepada keluarga korban.-
