BULUKUMBA, UJUNGJARI.COM — Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba saat ini tengah menjadi perhatian banyak pihak di daerah Panrita Lopi ini.
Pasalnya, seluruh rumah warga di Karama ini masing-masinf menyiapkan tempat cuci tangan di depan rumahnya. Kesepakatan dan komitmen para warga untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 ini tak lepas dari sikap tegas yang diperlihatkan Jusman selaku Kepala Desa Karama.
Jusman mengaku harus inovatif dalam memikirkan keselamatan warganya di tengah pandemi covid-19.
” Iya, ini adalah salah satu bentuk dukungan kami bersama warga di Karama ini dalam melawan penyebaran covid-19. Seluruh warga diwajibkan punya tempat cuci tangan dan cairan hand sanitizer,” kata Jusman.
Di Karama, tambah Jusman, terdapat 800 unit rumah warga dan semuanya sudah menfasilitasi diri masing-masing dengan tempat cuci tangan tersebut.
Ide dan inovasinya ini menurut Jusman muncul pasca pelantikan dirinya menjadi kepala desa dua bulan lalu.
” Saat ini pandemi corona merebak. Karena itu saya mengajak masyarakat Desa Karama menerapkan protokol kesehatan ini termasuk membudayakan menggunakan masker dan menjaga jarak tapi tidak memutus tali silaturahmi antar sesama warga Karama,” kata Kades Karama, Minggu (7/6/2020).
Komitmen memutus mata rantai covid-19 inipun disambut antusias warga Karama dengan tanpa banyak protes justru dengan antusias menyiapkan sarana mencuci tangan di rumah masing-masing.
Berkat terobosan Kades Karama ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulukumba pun mendorong Desa Karama untuk menjadi salah satu bagian dari desa inovatif dalam kompetisi tingkat nasional Penerapan Protokol Kesehatan Era New Normal yang akan dilakukan Kementerian Dalam Negeri.
” Saat ini di Gugus Tugas tengah melakukan produksi video dokumenter terkait inovasi tersebut,” kata Daud Kahal, juri bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulukumba.-
