Site icon Ujung Jari

Napi Terpapar Corona di Lapas Wanita Bolangi Terus Bertambah,  Kalapas Bungkam

GOWA, UJUNGJARI.COM — Kasus corona virus 2019 (covid-19) di lingkup Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi yang terletak di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa terus melonjak. 

Jika Mei lalu hanya 6 orang positif, pada awal Juni bertambah 35 orang, kemudian pertengahan juni ini kembali bertambah 17 orang pada Sabtu (13/6/2020) lalu dan Minggu (14/6/2020) kemarin kembali lagi bertambah 16 orang, sehingga per Senin (15/6/2020) ini semuanya berjumlah 62 orang (5 orang diantaranya balita).

Penambahan selama dua hari berturut-turut kemarin menimbulkan kekuatiran di kalangan warga Lapas Wanita. Dari 62 yang terpapar covid-19 ini kesemuanya adalah narapidana wanita, sementara di lingkup Lapas tersebut, semua pegawai Lapas aman.

Berdasarkan data yang dihimpun, 62 kasus terkonfirmasi positif ini membuat pihak LPP Sungguminasa melakukan tracking atau penelusuran terhadap narapidana lainnya. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa kemudian melakukan pemeriksaan swab ulang kepada narapidana negatif sepekan berselang.

Pemeriksaan swab tahap ketiga sebenarnya memeriksa 84 narapidana atau warga binaan lapas. Pada swab itu, swab 52 orang napi diantaranya dikirim ke BPOM. Hasilnya, 17 narapidana dinyatakan positif corona. Sementara, 32 swab narapidana lainnya dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan hasilnya 6 terpapar kemudian menyusul  lagi 4 orang terpapar.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa dr Gaffar yang dikonfirmasi, Minggu (14/6/2020) malam membenarkan hal tersebut.

” Iya dari tes swab yang lalu baru enam orang yang keluar hasilnya. Yakni empat positif, dua lainnya negatif. Jadi kasus di lapas ini terus bertambah,” kata dr Gaffar.

Keempat napi itu, kini sudah dievakuasi ke Kota Makassar oleh pihak Gugus Tugas Covid-19 Dinkes Kabupaten Gowa dan Gugus Tugas Covid-19 Dinkes Sulsel serta Kanwil Kemenkumhan dan aparat keamanan.

Dikatakan dr Gaffar, keempat narapidana tersebut telah ditempatkan terpisah dengan narapidana lain sejak diambil swab Rabu (10/6/2020) lalu. Sehingga dimungkinkan potensi penularan lebih bisa ditekan dalam lapas.

“Warga binaan yang sudah diswab dan menunggu hasil sudah diisolasi dari awal dan dipisahkan dari warga binaan yang lain,” terang dr Gaffar.

Sementara itu, kata dr Gaffar, masih ada 26 narapidana wanita yang masih  menunggu hasil swab. Napi-napi ini termasuk dalam pemeriksaan swab tahap ketiga yang diambil pada Rabu (10/6/2020) lalu. 

Ada 32 sampel swab telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil swab yang sudah keluar baru 6 (4 positif, 2 negatif). Jadi tersisa 26 swab napi yang belum keluar hasilnya.

Kalapas Wanita Kelas IIA Bolangi, Eko Suprapti yang dikonfirmasi via WhatsApp terkait berapa total jumlah warga binaan lapas wanita dan kemungkinan asal virus merebak di lapas, terkesan bungkam. 

Begitu juga Tim Humas Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi Resqi Irwansyah, pun enggan menjawab pertanyaan media. Kedua pihak Lapas Wanita ini hanya mengatakan, untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah kewenangan Kanwil Kemenkumham Sulsel.

” Tabe, belum ada pendelegasian kepada kami untuk klarifikasi terkait pertanyaan tersebut. Bisa langsung menghubungi kantor wilayah kami untuk info yang dimaksud..silahkan dikonformasi pada jam kerja yah,” kata Kalapas Wanita Kelas IIA Bolangi Eko Suprapti melalui pesan WhatsApp, Minggu (14/6/2020) siang.-

Exit mobile version