Site icon Ujung Jari

Kasus Positif Terus Bertambah, Petugas Lapas Wanita Bolangi Malah Tolak Relawan Penyemprot

GOWA, UJUNGJARI.COM — Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi yang terletak di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa menjadi klaster baru penyebaran covid-19. Tingkat penyebaran virus corona ini di Lapas tersebut cukup signifikan sebab dalam dua pekan jumlahnya sudah puluhan orang dan terkonfirmasi positif covid-19.

Hingga Minggu (14/6/2020) lalu sebanyak 68 napi wanita berstatus positif covid dan sudah disolasi di RS (bagi yang positif dengan gejala) dan hotel (bagi yang positif tanpa gejala).

Berdasarkan data awal napi wanita yang telah dirapid-test sebanyak 213 orang sedang pegawai Lapas yang turut dirapid test sebanyak 72 orang. Total 285 warga lapas dirapid test. Hasil rapid test ini menyisakan 86 orang (napi dan pegawai) yang reaktif dan harus diperiksa lanjutan dengan pemeriksaan swab PCR. Dan hasil dari swab PCR itu 44 orang masing-masing 35 positif corona, 9 orang negatif.

Jumlah positif inipun terus bertambah. Awalnya 6 orang kemudian bertambah 35 orang lagi, lalu hasil pemeriksaan ketiga bertambah lagi 17 orang, kemudian bertambah lagi 10 sehingga totalnya hingga hari Minggu kemarin 68 orang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Gowa dr Gaffar yang dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (16/6/2020) mengatakan hari ini pihaknya kembali melakukan swab PCR terhadap 69 napi wanita.

Ditanya soal apa langkah pihak Dinkes dengan semakin bertambahnya jumlah kasus positif di Lapas Wanita, dr Gaffar mengatakan harapan semua pihak adalah bisa bergerak cepat dalam memutus mata rantai covid-19.

” Setelah ada kasus terkonfirmasi, maka semua protokol kesehatan ditegakkan termasuk penyemprotan disinfektan. Sayangnya hari ini rencananya kami melalui relawan MCCC (Muhammdiyah Covid Commad Center) Gowa akan melakukan penyemprotan di Lapas Wanita, tapi tidak jadi karena katanya harus minta izin sama Kanwil Kemenkumham. Teman-teman relawan MCCC sudah dilokasi tadi (di Lapas), tapi tidak bisa masuk karena tidak ada izin dari Kalapas. Mungkin terkait miskomunilasi saja, padahal kemarin ada permintaan dari salah satu petugas kesehatan Lapas untuk dilakukan disinfektan itu,” kata dr Gaffar via WhatsAppnya.

Karena tertahan dan tidak jadi menyemprot, dr Gaffar pun meminta maaf kepada para relawan MCCC yang sudah siap menyemprot di Lapas.

” Saya sebagai pihak P2P meminta maaf ke teman-teman relawan MCCC. Saya yakin ini tantangan kita. Ternyata harus ada izin dulu dari pohak Kanwil. Begitu salah satu penyampaian dari salah satu petugas kesehatan Lapas tadi. Mungkin saja petugas yang meminta penyemprotan kemarin tidak melapor lebih dahulu ke kalapasnya. Saya berharap mereka terbuka, karena sementara kasus semakin banyak, harusnya perlu koordinasi yang baik semua pihak,” kilah dr Gaffar.

Sementara itu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang dikonfirmasi via WhatsApp, siang mengatakan, pihaknya sementara komunikasikan dengan pihak Lapas Wanita.

Adnan mengatakan pihak Pemkab Gowa telah berkoordinasi dan sudah bersama-sama menangani dengan pihak Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi.

” Iya sudah dilakukan kerjasama melalui Pemkab Gowa lewat kebijakan yang ada, dalam hal ini Dinkes Gowa dan jaringannya sudah bersinergi dari awal sampai saat ini. Semua positif covid yang bergejala dievakuasi secara bertahap di RS yang ada di Makassar, tentu koordinasi dengan Dinkes provinsi serta Kanwil Hukum dan Ham wilayah Sulsel. Yang pasien positif  tanpa gejala diisolasi di satu hotel di Makassar dengan kerjasama dengan pihak keamanan yang ada,” kata bupati.

Dikatakannya juga, warga binaan yang masih di lapas yang negatif swab tetap diobservasi oleh petugas kesehatan Lapas kerjasama dengan Tim Gugus Dinkes Gowa dan Tim Gugus Covid beberapa PKM (Puskesmas) di wilayah setempat. 

Sedang Tim Humas Lapas Wanita Kelas IIA Gowa Resqi Irwansyah yang dikonfirmasi juga via WhatsAppnya, siang tadi, tetap dengan jawaban sama kemarin. 

” Sama jawaban kami sebelumnya…. belum ada pendelegasian kepada kami dari kantor wilayah untuk klarifikasi data terkait pertanyaan,” jawab singkat Resqi Irwansyah kepada media.

Sementara itu di kawasan luar Lapas Wanita, relawan MCCC yang diminta turun melakukan penyemprotan dan ditolak pihak Lapas Wanita sempat mendebati petugas lantaran mereka datang untuk menyemprot ternyata dilarang untuk menyemprot.

” Kami datang ke Lapas karena diminta datang oleh dr Gaffar dan sesuai permintaan dr Musli dari pihak Lapas. Kami ini relawan yang tidka berNIP dan tidak digaji. Pakaian APD yang  kami pakai ini hanya untuk satu kali pakai. Dan kami datang bukan kemauan kami sendiri tapi kami diminta datang,” ucap ketus Hasanuddin, salah seorang relawan yang terlihat emosi akibat ditolak petugas Lapas Wanita dan diposting video di sejumlah grup media.-

Exit mobile version