MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Anak punya hak suara. Karena ini Komunitas AksiKita menyelenggarakan webinar ‘Children Talks’, Minggu (14/6/2020).
Webinar ‘Children Talks’ ini mengusung tema ‘Ceritaku dan Ideku tentang School from Home’. Kegiatan ini dipandu tiga narasumber cilik yang dengan riang berceloteh tentang dunia mereka dalam masa pandemi corona virus 2019 (covid-19).
Tiga bocah SD yang menjadi narasumber cilik dalam kegiatan webinar ini yakni Ghefira Sabrina Raifani dari SD Telkom Makassar, Chara’tul Awalya dari SD Inpres Macini Sombala dan Taqdirul Alim Sudirman dari MI Manggarupi Gowa.
Ketiga narasumber cilik ini banyak bercerita tentang aktivitas rutin yang mereka lakukan selama School From Home. Misalnya Ghefira Sabrina Raifani yang selama sekolah di rumah, dia banyak belajar keterampilan lain seperti bagaimana menjadi youtuber, memasak dan melukis.
“ Selama School From Home kita jangan hanya rebahan atau bermain saja, banyak aktivitas lain yang bisa kita lakukan yang dapat bermanfaat untuk kita dan keluarga kita,” kata Fila, sapaan akrab Ghefira.
Selain ketiga narasumber cilik tersebut, AksiKita juga mendatangkan narasumber ahli dari Staf Perlindungan Unicef Makassar yakni Pritta Damanik.
Pritta Damanik ini banyak membahas tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh keluarga dalam mendampingi anak selama situasi pandemi ini, dan apa-apa yang harus dipersiapkan nantinya ketika anak mulai masuk sekolah seperti memberikan dasar literasi kesehatan kepada anak.
Kegiatan ini diikuti 64 peserta yang berasal dari berbagai kalangan antara lain, murid SD, guru, dosen, LSM, mahasiswa, dan beberapa profesi lainnya.
” Respon peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, terlihat dari banyaknya peserta yang ingin bertanya kepada narasumber cilik ataupun kepada narasumber utama,” kata Yusri selaku koordinator Komunitas AksiKita Makassar.
Dikatakan Yusri, tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyuarakan ide, gagasan dan pendapatnya mengenai school from home.
Latar belakang dari pelaksanaan kegiatan ini tambah Yusri yakni karena kurangnya kegiatan dan usaha orangtua untuk memberikan ruang untuk anak bersuara atau menyampaikan aspirasinya.
” Makanya sebagai komunitas yang peduli akan hak-hak anak, AksiKita menyelenggarakan kegiatan Children Talks ini,” kilahnya.
Salah seorang guru yang menjadi peserta dalam kegiatan ini, Abdul Rahman mengatakan, terkadang semua orangtua sibuk membahas tentang kebijakan tentang anak, tapi orangtua sendiri lupa menanyakan atau meminta pendapat ke anak.
” Semoga, kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada beberapa pihak bahwa anak punya hak untuk bersuara, anak punya hak untuk didengar dan anak punya hak untuk tampil di depan umum,” kata Abdul Rahman.-
