TAKALAR, UJUNGJARI-Dari serangkaian mutasi yang dilaksanakan oleh Bupati Takalar, H Syamsari Kitta sejak menjadi pengendali pemerintahan diButta Panrannuangku Takalar, baru kali ini mutasi yang digerakkan melalui rekomendasi KASN terasa adem karena tak ada satupun penjabat yang dinonjobkan.
” Alhamdulillah, mutasi kali ini terasa adem dan sejuk karena tidak ada jabatan yang dibegal alias tidak ada yang dinonjob,” Kata salah satu ASN yang hadir menyaksikan prosesi mutasi, Rabu (5/8/2020)
Mutasi yang dikemas dalam bentuk.pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator melantik 4 esalon II dan 17 esalon III dilaksanakan diruang pola kantor Bupati Takalar
Masing-masing pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Kepala Dinas Kesehatan dr Rahmawati, Kepala Dinas PUPR Muchsin Tiro Kepala Dinas Kominfo Siti Ni’mah, dan Kepala Dinas Kebersihan, Lingkungan Hidup, dan Pertanahan H Faisal Sahing.
Bupati Takalar menyampaikan bahwa situasi pasca pandemi sangat menantang, banyak hal yang tidak bisa berjalan, sehingga semua orang harus beradaptasi dengan teknologi.
“Kedepan, lebih dari 50 pekerjaan akan hilang karena tidak relevan dengan kondisi saat ini. Sehingga kita harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan teknologi,” kata H. Syamsari.
H Syamsari, melanjutkan bahwa secara umum, setiap pegawai di Takalar harus menjadi pegawai yang cepat, tepat dan selalu melayani apalagi saat ini ditunjang dengan TPP.
“Birokrasi kedepan bukan lagi hanya seremonial, kita dituntut untuk bekerja. Jadi kita harus kerja real dan by data. Dan Saya mengajak kita semua untuk mendorong daerah kita menjadi daerah yang aman, tertib, terjaga kondusifitasnya,” Pungkas Bupati Takalar. (Ari Irawan)
