GOWA, UJUNGJARI.COM — Baru pertamakalinya di Sulsel jajaran Kejaksaan melakukan launching perdana pembentukan desa binaan dan koperasi. Launching perdana ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Gowa dengan memilih Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa sebagai desa binaan.
Desa Jenetallasa dan menggandeng salah satu koperasi sehat yakni Koperasi Diyal Mandiri Kecamatan Pallangga sebagai binaan ini dilaunching Kejari Gowa, Rabu (2/9/2020) siang yang dipusatkan di Kampung Rewako Gowa Desa Jenetallasa.
Launching ini dilakukan Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni bersama Kepala Kejaksaan Negeri Gowa Yeni Andriani dihadiri Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib, Ketua PN Gowa Hebbin Silalahi dan Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri, Camat Pallangga Taufik M Akib serta para lurah dan kepala desa se Pallangga.
Dalam kegiatan tersebut, Kajari Gowa Yeni Andriani mengatakan program ini berawal dari kasus koperasi yang ditangani Kejaksaan yang terindikasi dugaan penyelahgunaan anggaran dana bergulir.
“Bermula dari itu kami mulai melakukan pembinaan terhadap koperasi yang menangani dana-dana bergulir. Makanya kami memprogramkan melakukan pembinaan untuk seluruh koperasi dan untuk pertamakalinya kami melaunchingnya di Desa Jenetallasa, Pallangga dan Gowa dan kita (Gowa) yang pertama melakukan launching ini di Sulsel,” sebut Kajari Gowa Yeni Andriani.
Karena itu dengan adanya program ini, pihaknya mulai membentuk satu koperasi yang sehat yang jadi contoh dan ternyata ada koperasi yang sehat di sini yakni koperasi Diyal Mandiri.
Dikatakan Yeni, Kementrian Koperasi mengucurkan dana bergulir sebesar Rp 1 miliar. Dana ini diperuntukkan bagi masyarakat yang pengelolaannya langsung ke koperasi-koperasi.
Namun dana bergulir ini kata Yeni hanya bisa dikelola oleh para koperasi yang sehat saja. “Makanya kami hadir dan turun langsung mendampingi koperasi sehat agar dalam mengelola dana negara ini bisa sesuai aturan yang berlaku. Dan kira akan lakukan pembinaan pada semua koperasi di seluruh kecamatan di Gowa tapi kita baru memulai di Desa Jenetallassa ini sebagai percontohan,” jelas Kajari.
Dikatakan Kajari, setelah desa binaan ini menjalankan operasionalnya maka Jaksa-jaksa yang ada akan dilibatkan dengan membentuk tim untuk melakukan pembinaan secara langsung.
“Tim ini nantinya yang akan melaporkan rutin kegiatan perkoperasian dan aktivitas di Pallangga ini. Jadi lurah dan kades bisa konsultasi semisal pertanggungjawaban dana desa/kelurahan, atau desa ini membutuhkan bantuan dana KUR dari bank maka kami akan fasilitasi,” ujarnya.
“Kami juga minta kepada Kadis Koperasi Gowa untuk lakukan pembinaan agar menumbuhkan koperasi-koperasi yang sehat di Gowa,” tambah Kajari.
Sebelumnya, Camat Pallangga Taufik M Akib menyebutkan bahwa di Pallangga ada 120 ribu jiwa penduduk yang tersebar pada 11 desa dan 4 kelurahan.
“Karena itu kami berharap untuk program ini dapat tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Pallangga. Kami siap mendukung program ini dan kami telah siapkan satu ruangan sekretariat khusus sebagai ruangan pembinaan sebagai sarana konsultasi para kepala desa dan lurah,” kata Taufik.
Sementara Wakil Bupati Gowa yang hadir didampingi Kadis PMD Gowa Muh Asrul dan Kadis Koperasi UKM Gowa Azis Peter mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memulihkan ekonomi serta meningkatkan perekonomian melalui koperasi.
“UMKM dan koperasi ini merupakan program prioritas pemerintah di tahun ini dalam rangka kebangkitan ekonomi di masa pandemi covid-19 ini. Dengan dipilihnya Desa Jenetallasa dalam program ini menjadi cikal bakal dalam peningkatan eksistensi koperasi di masa datang. Kita berharap semua kecamatan di Gowa dibina perkoperasiannya dan didampingi oleh Kejaksaan,” kata Wabup Gowa.
Pendampingan ini tambah wabup bukan semata-mata untuk UMKM tapi tentunya untuk para kades dan lurah agar dapat berkoordinasi dengan Kejaksaan sehingga dalam bekerja tidak ada lagi keraguan dan kesalahan.
“Biasanya sebelum bekerja sudah ada ketakutan yang dialami sehingga sebaiknya selalu minta bimbingan kepada Kejaksaan agar tidak salah jalur dalam mengelola keuangan desa. Kita berterimakasih dan bangga atas adanya binaan ibu Kajari dalam perkoperasian ini. Karena kades dan lurah bisa bangun daerahnya tanpa ada beban lagi,” tambah Abd Rauf Malaganni Kr Kio. (sar)
