GOWA, UJUNGJARI.COM — Pemkab Gowa akan mengadopsi sistem pembelajaran berbasis digital multimedia interaktif yakni Garuda Learning System (GLS).
Rencana tersebut akan dilakukan jika berhubungan dengan peningkatan pendidikan.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyampaikan hal tersebut, saat menerima rombongan direksi PT Renjana Abi Yasa di Baruga Karaeng Galesong, Rabu (10/9/2020) siang.
Menurut Adnan, pihaknya mengapresiasi kehadiran Garuda Learning System (GLS). Bahkan dia berharap, aplikasi ini akan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pendidikan di Gowa karena dilakukan serba digital.
“Kami adalah kabupaten yang fokus di bidang pendidikan sehingga ketika membahas masalah pendidikan kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya apalagi saat ini kita sudah berada di industri 4.0 dimana semua dilakukan melalui teknologi dan digitalisasi,” ungkapnya.
Adnan berharap GLS nantinya mampu terintegrasi dengan program pendidikan di Kabupaten Gowa, sehingga mewujudkan Gowa kabupaten pendidikan pertama di Sulawesi Selatan.
“Ini akan ditindaklanjuti agar bisa diaplikasikan sesuai dengan sistem pendidikan yang ada di Gowa. Semoga apa yang ditawarkan mampu mengintegrasikan program di Gowa sehingga kita mampu mewujudkan Gowa menjadi kabupaten pendidikan,” harap Adnan.
Dalam kesempatan itu, CEO PT Renjana Abiyasa Randy Jumantoro mengatakan GLS merupakan produk sistem pembelajaran yang terintegrasi berbasis digital multimedia yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan implementasi kurikulum nasional di Indonesia.
Selain itu, Garuda Learning System menyediakan fungsi administrasi, perencanaan, penilaian dan pelaporan serta materi pembelajaran yang menyenangkan, dikemas dalam bentuk animasi audio video yang menarik serta untuk memudahkan sekolah dan pendidik/guru dalam mengelola kelas dan mata pelajaran.
“Secara garis besar pembelajaran berbasis multimedia dan animasi ini menekankan kepada sistem kurikulum 2013 yang berlaku di Indonesia, dimana menitikberatkan juga pada sistem administrasi,” katanya.
Randy menambahkan, GLS ini dapat diakses dan dimodifikasi oleh tenaga pendidik dalam hal ini guru dan operator sesuai yang berlaku di kabupaten, bahkan bisa diakses secara online maupun offline.
“Pada dasarnya ini dalam bentuk aplikasi yang bisa dibuka di Tab, HP secara online. Untuk daerah yang memang jaringan internet tidak memadai itu juga bisa jadi nyambung dengan server. Selain guru dan siswa, para orangtua atau konsultan anak, tenaga-tenaga pengajar dari luar yang bukan sebagai guru dapat memberikan pembelajaran di dalam aplikasi tersebut secara live,” tambah Randy.
Randy berharap keberadaan GLS ini dapat berkontribusi pada pendidikan di Gowa sesuai dengan standarisasi yang ada salah satunya dalam industri 4.0 yang semuanya dilakukan secara digital.
“Kami sangat ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa terutama dalam bidang pendidikan. Semoga kami dapat berkontribusi untuk bisa mengedepankan pendidikan yang bermutu,” katanya di hadapan Bupati Gowa dan sejunlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa antara lain Kadis Pendidikan Salam, Kadis Kominfo-SP Arifuddin Saeni dan Kepala Bappeda Taufik Mursad. (sar)
