Site icon Ujung Jari

Ketua BPD Banyuanyara Terlibat Penggunaan DD, Warga Minta APH Bertindak

TAKALAR, UJUNGJARI.COM — Dugaan penyelewengan dana desa (DD) Banyuanyara, kecamatan Sanrobone yang kini menjadi buah bibir ditengah masyarakat, berbuntut panjang.

Bagaimana tidak, selain penggunaan dana desa Banyuanyara yang telah diperiksa oleh Inspektorat Takalar lantaran dinilai mark up, informasi terkini menyebutkan ketua BPD Banyuanyara, Muhammad Hakim Sila juga terlibat langsung mengatur penggunaan dana desa.

“Ketua BPD terlibat secara teknis mengatur penggunaan dana desa Banyuanyara, dampaknya, realisasi kegiatan desa banyak yang amburadul, seperti, pekerjaan jalan tani disejumlah ruas,” kata warga desa Banyuanyara, minta identitasnya tidak disebutkan.

Menyikapi dugaan penyelewengan dana desa Banyuanyara, ketua LSM Lialamy Takalar Abdul Kadir meminta aparat penegak.hukum dikabupaten Takalar untuk segera bertindak melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak didesa Banyuanyara yang mengetahui seluk beluk penggunaan dana desa.

“Kuat dugaan ada penyelewengan dana desa diBanyuanyara, sejumlah proyek yang terkesan hasilnya sangat tidak memuaskan, olehnya itu kami meminta aparat penegak hukum segera memeriksa kades dan aparat desa yang terlibat penggunaan dana desa,” tegas Abdul Kadir, Kamis (10/9/2020).

Sayangnya, ketua BPD Banyuanyara yang memiliki dua jabatan strategis lainnya diantaranya sebagai Sekretaris Camat Sanrobone juga sebagai pelaksana tugas (Plt) Kades Tonasa belum berhasil dikonfirmasi, nomor ponsel pribadinya sedang tidak aktif.  (Ari Irawan)

Exit mobile version