GOWA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggalang kerjasama dengan PT Pertamina (Persero). Kerjasama ini terkait dukungan pemerintah dan masyarakat desa dalam peningkatan dan pengembangan program Pertashop di desa.
Program ini dilaksanakan Kemendagri sebagai tindak lanjut kerjasama antara pemerintah pusat dengan PT Pertamina (Persero) yang telah diterapkan di seluruh desa di Indonesia yang tersebar di 7.196 kecamatan.
Rencana pemerintah dengan Pertamina, satu desa satu outlet mini BBM (bahan bakar minyak) yang digelontorkan dalam bentuk operasional Pertashop.
Hal ini disampaikan Mendagri Tito Karnavian saat melakukan rapat koordinasi virtual pusat dan daerah dalam rangka percepatan pelaksanaan program Pertashop melalui meeting zoom, Rabu (9/9/2020).
Meeting zoom tersebut diikuti seluruh pemerintah kabupaten/kota di Indonesia salah satu pesertanya adalah Pemkab Gowa diwakili Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni Kr Kio melalui ruangan meeting zoom di Peace Room A’kio kantor Bupati Gowa.
Pertashop merupakan salah satu bentuk sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kewajiban Memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai lembaga penyalur pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, LPG dan juga pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur pertamina lain yang akan menjadi peluang usaha bagi mitra pertamina di perdesaan.
Dalam rakor tersebut, Mendagri Tito Karnavian mengatakan kehadiran Pertashop akan turut mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di perdesaan, dengan mendorong tumbuhnya inovasi desa melalui kemitraan dan ikut berperan dalam meningkatkan kapasitas pemerintahan desa.
“Program Pertashop ini wujud pembinaan umum Kemendagri terhadap pemerintah daerah dan desa untuk menumbuhkembangkan percepatan peningkatan kapasitas serta tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa yang nantinya dapat menumbuhkan simpul-simpul jaringan pemberdayaan untuk memperkuat ekonomi lokal,” kata Tito.
Pertashop ini juga kata Tito, bertujuan untuk melayani kebutuhan BBM seluruh wilayah Indonesia sampai level ke pedesaan dengan skema kerjasama antara pemerintah, pertamina dan mitra desa. Sehingga kehadiran Pertashop tersebut menjadi alternatif pemerintah dan pertamina untuk memperluas penyaluran BBM dan LPG dengan berbagai pihak.
Di virtual aplikasi zoom itu juga, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nike Widyawati mengungkapkan keberadaan Pertashop menjamin ketersediaan energi dalam negeri khususnya untuk wilayah yang belum terjangkau.
Nike menjelaskan, program ini dilakukan sebagai upaya pertamina membangun infrastruktur energi bagi daerah yang belum terjangkau dan meningkatkan akses energi bagi masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.
“Pertamina memastikan 7.196 kecamatan di seluruh Indonesia, minimal terdapat satu outlet pelayanan Pertamina. Salah satu upaya yang kami lakukan melalui Pertashop ini yang akan dikembangkan sampai le desa,” jelasnya.
Nike juga mengatakan, kurun tahun 2021 – 2024 memdatang, Pertamina akan membangun Pertashop sebanyak 11.832 outlet, dimana untuk wilayah di Jawa – Bali sebanyak 6.830 outlet, sedangkan luar Jawa-Bali sebanyak 5.002 outlet.
“Khusus tahun 2020 ini rencana pengembangan Pertashop sebanyak 4.558 outlet. Pengembangannya dilakukan di wilayah atau kecamatan yang belum ada SPBU, dan desa/kecamatan yang jaraknya 10 km dari SPBU terdekat,” beber Nike.
Sementara itu, Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni Kr Kio berharap kehadiran Pertashop ini jelas akan memenuhi kebutuhan BBM dan LPG di pedesaan khususnya di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel.
Rauf Malaganni pun berharap Gowa bisa mendapatkan jatah yang banyak karena khusus wilayah Sulawesi ditargetkan 260 outlet.
“Tahap pertama ini Gowa sudah memiliki tiga Pertashop yaitu di Desa Parigi, Desa Taring dan Desa Moncobalang. Semoga kedepannya karena Sulawesi mendapat jatah 260, Gowa bisa lebih banyak sehingga semua desa yang tidak terjangkau oleh SPBU di kota bisa kita fasilitasi yang membutuhkan adanya Pertashop ini,” kata Wabup Gowa saat rakor ini didampingi Kepala Dinas PMD Gowa Muhammad Asrul, Kepala Bappeda Taufik Mursad, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Azis Peter dan Kadis Perdagangan dan Perindustrian Andi Sura.
Wabup Gowa pun berharap rencana pemerintah pusat dan Pertamina ini segera terealisasi di 167 desa/kelurahan di Gowa. (sar)
