Site icon Ujung Jari

Cuti 71 Hari, Suardi Pamit Ke Jamaah Masjid Agung

BARRU,UJUNGJARI– Terhitung hari ini, Jum’at(25/9) jabatan Suardi Saleh sebagai bupati Barru berakhir menyusul keikutsertaannya pada kontestasi pilkada. Suardi mengambil cuti selama 71 hari dan kembali lagi ke jabatan bupati ini pada tanggal 5 Desember 2020.

Seiring dengan masa cuti ini. Suardi pun pamit dihadapan jamaah masjid Agung kabupaten Barru. Bupati yang akan kembali bertarung dimoment pilkada 2020 ini memohon pamit untuk sementara dari jabatannya sebagai bupati karena menjalani cuti selama 71 hari.

” Saya pamit dan mohon maaf jika selama menjabat sebagai pimpinan daerah ada kata dan lisan yang salah,” ujar Suardi.

Suardi mengungkapkan jika dirinya akan digantikan Nasruddin yang akan menjadi Penjabat bupati. Nasruddin yang sebelumnya sebagai wakil bupati secara resmi mulai pukul 00.00 wita malam ini akan menjadi penjabat bupati Barru hingga 2 bulan 11 hari.

“Saya akan kembali lagi memimpin kabupaten Barru sehari setelah 5 Desember 2020 dan melalui tempat ini menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tetap konsisten mematuhi protokol kesehatan karena angka covid di Barru mengalami fluktuasi,” jelasnya.

Saat ini lanjut Suardi yang kembali maju dipilkada berpasangan dengan Aska Mappe ini. Ada kluster covid baru di Barru yakni kluster BRI, sehingga perlu kewaspadaan dan kepatuhan dalam protokol kesehatan.

“Memang Barru pernah lama bertahan di zona hijau. Tetapi seiring dengan penularan covid terus mengalami perubahan sehingga kita pernah mencapai angka 26 terkonfirmasi covid kemudian turun lagi ke angka 16. Lalu ada lagi tambahan 9 karyawan BRI yang terpapar,” kata Suardi lagi.

Suami anggota DPR RI Hj Hasnah Syam ini juga berpesan kepada masyarakat Barru dalam rangka menyambut pilkada untuk tetap menjaga silaturahmi.

Siapa pun nanti diantara tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang terpilih sebagai pemimpin kabupaten Barru, maka itulah yang menjadi pilihan rakyat. Karena ketiga pasangan ini merupakan putra terbaik daerah Barru. 

“Perbedaan boleh saja terjadi dalam sebuah pilihan. Tetapi kebersamaan dan silaturahmi tidak boleh diputuskan. Perbedaan itu adalah rahmat dalam kehidupan,” pungkasnya.( udi)

Exit mobile version