Site icon Ujung Jari

Empat Hari Hilang, Nenek Ini Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai

GOWA, UJUNGJARI.COM — Warga Dusun Bonto-bonto, Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel geger di tengah siang bolong, Selasa (29/9/2020).

Gegernya warga disebabkan ditemukannya sosok perempuan dengan kondisi tubuh telah membengkak mengapung di atas permukaan air sungai di dusun tersebut.

Sesaat ditemukan warga langsung mengenali jazad perempuan tua yang diperkirakan berusia 72 tahun mengenakan celana puntung warna cokelat dan baju kaos warna hitam yang tersingkap di badan korban. Korban ditemukan warga Dusun Borongrea, Desa Bilibili, Kecamatan Bontomarannu.

Jazad bernama Dg Soho ini ditemukan mengambang dalam posisi tengkurap di atas permukaan air sungai kecil yang selama ini digunakan warga sebagai aliran irigasi. Mayat korban berada diantara ranting dan batang pohon pisang yang mengapung di atas air.

Mayat Dg Soho tersebut ditemukan sekitar pukul 12.28 Wita, yang kemudian dievakuasi ramai-ramai oleh petugas Kepolisian Polsek Bontomarannu, Polres Gowa, anggota TNI serta masyarakat sekitar.

Dari keterangan salah seorang keluarga korban bernama Dg Janji mengatakan bahwa korban memang sudah beberapa hari menghilang dari rumahnya.

“Adami sekitar empat hari pergi dari rumahnya. Sudah dicari-cari juga tapi belum ditemukan. Sekarang ditemukan mi dalam kondisi meninggal,” kata Dg Janji sedih.

Korban ditemukan pertama kali oleh Dg Nappa (58) hendak pergi memancing di pinggir sungai tersebut. Menurut keterangan Dg Nappa, saat sungai itu, dia melalui kebun milik Dg Ngunjung (55). Disaat memancing, Dg Nappa lalu mencium bau busuk kemudian mencari sumber bau tersebut dan melihat ada mayat yang tersangkut ranting-ranting di pinggiran sungai.

Karena kaget, Dg Nappa lalu menemui pemilik kebun menyampaikan temuannya. kemudian pukul 10.05 Wita Dg Nappa bersama pemilik kebun Dg Ngunjung menghubungi Polsek Bontomarannu.

Pukul 12.05 Wita, personil Polsek Bontomarannu bersama tim identifikasi Polres Gowa tiba di TKP. Selanjutnya mayat tersebut dievakuasi oleh pihak keluarga korban bersama aparat pengamanan menuju rumah korban di Dusun Borongrea.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi mengatakan anggota Polsek dan Polres sementara masih melakukan evakuasi serta olah TKP di lokasi.

“Pihak Kepolisian masih berada di lokasi dan melakukan olah TKP untuk mencari tau penyebab korban ditemukan tewas,” kata AKP Mangatas Tambunan.

Supri, cucu korban kepada Polisi mengatakan jika neneknya itu meninggalkan rumah pada Sabtu (26/9/2020) sekitar pukul 06.00 Wita.

Dikatakannya, pihak keluarga telah mencari korban di sekitar rumah namun tidak ditemukan dan tidak kunjung pulang sampai Maghrib.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada Bripka Rusli (Bhabinkamtibmas Desa Bilibili) bahwa nenek kami dengan ciri-ciri sudah lansia berumur 72 tahun belum pulang ke rumah sejak pergi dan dikuatirkan beliau pergi disaat keluarga masih tidur jadi tidak ada yang lihat,” kata Supri.

Kapolsek Bontomarannu Iptu Yuniarso yang dikonfrimasi mengatakan, pihak Kepolisian telah mengambil sejumlah keterangan keluarga dan berdasarkan fakta-fakta yang ada dikuatkan dari keterangan para saksi  bahwa korban meninggal dunia murni kelalaian korban sendiri tanpa ada hal lain (pikun).

“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dikarena korban murni meninggal dunia dan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Kapolsek Bontomarannu. (sar)

Exit mobile version