Site icon Ujung Jari

Anggota Dewan Kendari Studi Banding Pengelolaan Wisata di Tana Toraja

MAKALE, UJUNGJARI.COM — Anggota Komisi 1 DPRD Kota Kendari dipimpin Hj Rusiaelwati Abunawas, bersama anggota komisi I lainnya Novianna, Hj Rostina Tarimana, Simon Mantong, dan H. Aman Labelo, melakukan studi banding Mekanisme Pengawasan Perisinan Pengembangan dan Pengelolaan Sarana Prasarana Obyek Wisata di DPRD Tana Toraja.

Kehadiran mereka diterima Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Evivana Rombe Datu, dan Wakil Ketua Yohanis Lintin Paembongan, Yuli Saranga, dan Martinus Paonganan, serta Eekwan Johanis Napan, di ruang rapat pimpinan.

Simon Mantong, anggota komisi 1 DPRD Kendari marasa kecewa, sebelum studi banding di DPRD Tana Toraja mengunjungi obyek agro wisata Pango-Pango, namun yang ditemukan obyek tidak terurus sehingga rasa ingin menikmati keindaha kawasan hutan pinus tidak berkesan.

Lebih parah lagi setelah mengunjungi kawasan wisata religi Burake, masyarakat setempat tidak memperbolehkan masuk ke kawasan patung Kristus, kecuali di ojek pakai motor.

Menurut Simon Mantong, penilaian kami ada yang salah pengelolaan kawasan wisata religi Burake, kenapa masyarakat ngotot dan lebih berkuasa mengatur keluar masuk pengujung.

Yohanis Lintin, menanggapi kondisi pada dua obyek wisata itu terjadi karena sejak cluster Covid-19 semua obyek wisata ditutup dan tidak ada pelayanan.

Lanjut Yohanis, dua obyek wisata itu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) tersebar, dan khusus Burake suplay pendapatan daerah hingga Rp 9 miliar.

Ditambahkan Evivana Rombe Datu, Tana Toraja kembangkan dua jenis obyek wisata alam dan kearifan lokal adat budaya.

Diakui Evivana, lantaran pandemi Covid-19, pendapatan daerah anjlok dan melorot, tentu berdampak kepada ekonomi masyarakat, dan kegiatan pelayanan, serta proses pembangunan.(gus)

Exit mobile version