MAKALE, UJUNGJARI –, Indahnya kebersamaan, meskipun beda pilihan, suasana itulah yang nampak di debat publik paslon Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja di Bittuang Sabtu (31/10) kemarin di gedung Tammuan Mali Bittuang.
Eporia masing-masing pendukung nampak di lokasi dan tempat disiapkan KPU tiap paslo menyaksikan debat live di canal KPU Tana Toraja, sebab panitia debat hanya membolehkan 6 orang masuk gedung tiap paslon.
Petugaspun berjaga mengawal jalannya debat, kurang lebih 50 meter areal steril diluar gedung sehingga siapapun tidak boleh mendekat.
Debat publik dibagi 6 segmen dipandu moderator mantan jurnalis Mardiana Rusli. Paslon Theofilus Allorerung-Zadrak Tombeq (The-Za) No 1, menjadi perhatian lantaran konsep jitu dan strategi taktis atasi pandemi tidak dimiliki paslon lain.
Konsep ditawarkan atasi pandemi Covid-19, tidak ada duanya, Theo dan Zadrak silih bergati merinci Covid-19 merubah tatanam kehidupan masyarakat, sekaligus memaksa kita berada dalam tatanan kehidupan baru.
Keluar dari fenomena kompleks serba sulit tersebut, butuh konsepsi, strategis, dan taktis untuk bangkit sehingga disitu kita masih berpengharapan.
Kata Bung Theo, jika kita berhasil bangkit sebab semua potensi daerah dioptimalkan dan melibatkan masyarakat menjadi produktif pasti ekonomi makin tangguh.
Rumusan bangkit, tangguh, dan produktif menyongsong tatanan kehidupan yang baru, segera diwujudkan pada pemerintahan baru, terangn Theo.
Senada dengan Zadrak, gagasan pasca Covid-19, faktor kesehatan diatas segalanya karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat tentunya di imbangi dengan pelayanan optimal.
Wujudkan harapan tersebut, infra struktur Puskesmas dibenahi dan ditingkatkan dengan tersedianya mobil jenazah dan ambulance disetiap Puskesmas di 19 kecamatan.
Theo-Zadrak mengerti dan pahami penanganan masalah kesehatan di Tana Toraja. Jangan ada masyarakat meninggal hanya karena tidak tertolong tenaga medis, fasilitas dan kemampuan tenaga kesehatan dimaksimalkan di ikuti dengan penghidupan layak, pungkas Zadraw (agus)
