ikut bergabung

GNPK Segera Serahkan Bukti Tambahan Dugaan Bagi Bagi Uang Negara di Proyek Kemenhub

Ramzah Thabraman

Hukum

GNPK Segera Serahkan Bukti Tambahan Dugaan Bagi Bagi Uang Negara di Proyek Kemenhub

MAKASSAR, UJUNGJARI—Setelah melakukan investigasi mendalam, Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Pusat, menemukan indikasi bukti baru akan adanya dugaan bagi bagi uang negara dalam proses lelang proyek pembangunan fasilitas pelabuhan laut Salingsingan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat tahun anggaran 2020.

Wakil Ketua GNPK Pusat, Ramzah Thabraman Jumat (13/11/2020) menegaskan, proyek dengan Pagu Anggaran Rp90 miliar lebih ini, terindikasi bermasalah. Itu setelah, GNPK Pusat menemukan alat bukti tambahan berupa keterangan dari berbagai sumber termasuk dari oknum pejabat yang diduga menerima suap. Semua data ini, sementara disusun secara apik dalam bentuk laporan dan akan segera dimasukkan ke KPK.

“Untuk dugaan persekongkolan dalam lelang proyek Pelabuhan Laut Salinsingan, kami sementara ulas serta urai dalam surat laporan. Pendukung laporan juga sudah lengkap dan akan segera diserahkan ke KPPU sebagai lembaga yang berwenang memproses Pasal 22 UU No 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Persekongkolan dalam lelang,” tegas Ramzah.

Lebih jauh Ramzah menegaskan, selain Salingsingan, GNPK juga sementara menginvestigasi paket proyek lainnya seperti proyek pelabuhan laut Kambuno, Sinjai, paket Pelabuhan Laut Tanakeke. Begitu pula, paket paket proyek yang dikelola BPTD Provinsi Sulawesi Tenggara antara lain paket penyeberangan Kadatua dan pembangunan terminal Kuwatu, Kendari, laporannya juga sedang dirampungkan,” tegas Ramzah.

“Hasil investigasi tambahan GNPK, dugaan bagi bagi fee di proyek Kemenhub ini diduga melibatkan oknum pejabat. Kami juga sedang menelusuri adanya dugaan keterlibatan oknum
politisi di Senayan.

Menurut Ramzah, lelang proyek itu dalam prosesnya terjadi dugaan praktik gratifikasi. Diduga kuat, anggaran negara yang diperuntukkan sudah ada dibagi bagi lewat janji dalam bentuk fee. (*)
.

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Hukum

Populer Minggu ini

Arsip

To Top