Site icon Ujung Jari

KKP Luncurkan Sistem Resi Gudang Rumput laut Sebagai Hak Jamin Nelayan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM –Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) melaksanankan peluncuran pembiayaan Sistem Resi Gudang (SRG) rumput laut di Gudang SRG Kosperindo Kima 8 Makassar, Jumat (27/11/2020).

Direktur LPMUKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarif Syahrial mengatakan dalam sambutannya peluncuran ini guna mendorong pengelolaan hasil produk disektor kelautan dan perikanan.

“Sebagaimana melihat hasil produk yang mempunyai unsur musiman, maka dari itu perlu dilaksanakan Sistem Resi Gudang (SRG) guna mendorong hasil produksi sekaligus mencegah terjadinya fluktuasi nilai produk yang akan mempengaruhi kinerja usaha. Selain itu Sistem Resi Gudang (SRG) mampu dijadikan salah satu instrumen pinjaman atau pembiayaan bagi para Nelayan,” ujarnya.

Syarif Syahrial, menambahkan bahwa hal Ini merupakan awalan untuk pelaksanaan program yang telah dirancang jauh hari Bersama Bappebti, Kemendag, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) dan PT KBI.

“Dengan Sistem Resi Gudang (SRG) pinjaman bisa mencapai 70% dari nilai barang yang tercantum, dengan besar pinjaman maksimal 10 Milyar Rupiah. Hal ini tentu merupakan angin segar untuk koperasi maupun pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan. LPMUKP pun akan terus berupaya untuk memberikan strategi dan alternatif bagi pelaku usaha UMKM KP agar semakin mudah dalam mengakses peminjaman modal, apalagi bagi nasabah yang terkena dampak COVID 19,” tegas Syarif Syahrial.

Mewakili Gubernur Sulsel, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Keuangan, Sulkaf S Latief mengatakan Sulsel merupakan penghasil rumput laut terbesar indonesia sehingga Sistem Resi Gudang (SRG) ini nantinya dapat makin memajukan sektor rumput laut.

“Kita yang terbesar di Indonesia, produksi rumput laut Sulsel tahun lalu sebesar 140.000 ton dengan nilai 165 juta dolar, sedangkan rumput laut yang di ekspor secara nasional berkisar 300.000 ton, ini menandakan selsel menguasai setengah produksi rumput laut nasional,” pungkasnya.

Sistem Resi Gudang ini sangat penting untuk memberikan kepastian harga. Terkadang, pembudidaya rumput laut, termasuk nelayan kita dihadapkan turunnya harga ketika produksi melimpah. Diharapkan dengan sistem ini, nelayan tidak perlu khawatir lagi terhadap ancaman penurunan harga saat panen.

Diharapkan SRG ini dapat menjadi solusi dari keterbatasan akses permodalan yang sering menjadi kendala dalam pengembangan usaha kelautan dan perikanan untuk meningkatkan produktivitas Nelayan.

SRG nantinya akan mempengaruhi peningkatan daya saing pelaku usaha kelautan dan perikanan pada perekonomian nasional dan pasar internasional, serta upaya dalam mengantisipasi kondisi kompleks ditengah pandemi COVID-19.

Bersamaan dengan di Makassar, di Benoa Bali juga sedang dilaksanakan kerjasama yang sama resi Gudang antara Bappepti dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dilanjutkan penyerahan resi gudang oleh PT Perinus kepada pemilik komoditas ikan dan penyerahan pembiayaan secara simbolis oleh LPMUKP.  (**)

Exit mobile version