MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiaso mengakui, sinergitas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berhasil menggenjot pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional dan juga memberikan kontribusi besar untuk ekonomi nasional.
“Provinsi yang cukup jauh dari ibu kota, tapi Sulsel selalu tercatat sebagai provinsi yang memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Itu merupakan kerjasama dan sinergi yang dibangun oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah selama ini,” kata Bambang Kusmiaso, pada acara Pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Selasa, 1 Desember 2020.
Menurut Bambang, penyumbang ekonomi tertinggi di masa pandemi Covid-19 di Sulsel adalah sektor informasi dan komunikasi, dalam hal ini penggunaan internet. “Pertumbuhan ekonomi terbesar di Sulsel disumbang dari sektor informasi dan komunikasi sebesar 12 persen,” bebernya.
Bambang juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel yang berhasil menerapkan transaksi secara digital di semua lini transaksi.
“Kami mengapresiasi seluruh pemerintah daerah di Sulsel. Karena sudah memberikan layanan publik yang baik untuk masyarakat,” katanya.
Menurut dia, kolaborasi antara Pemprov Sulsel dengan Bank Sulselbar dalam mendorong transaksi secara digital melalui pembayaran gaji non tunai, pembayaran uang perjalanan sudah non tunai, dan hampir semua dilakukan secara digital.
“Begitu juga kami memberikan apresiasi kepada Bank Sulselbar yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di saat masa pandemi Covid-19,” jelasnya.
Seluruh provinsi se-Indonesia, Sulsel masuk di urutan ke tujuh di tahun 2020 mengenai penggunaan digitalisasi. Kedepannya, BI targetkan menjadi terdepan dalam melakukan transaksi secara digital.
“Dengan sistem digitalisasi di pemerintahan, akan mendorong pertumbuhan ekonomi baik di Sulsel maupun secara nasional. Semoga Sulawesi Selatan selalu di depan,” tutupnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, mengaku, semua transaksi sudah bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi QRIS melalui mobile banking Bank Sulselbar dan beberapa bank lainnya.
“Sekarang ini dunia dalam genggaman, ini kita sudah masuk dalam era digitalisasi. Semua sudah bisa dibayar melalui aplikasi mobile banking dan ini bisa mengurangi kontak langsung antara penjual dengan pembeli,” ujarnya. (*)
