PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Dua lembaga berbeda melakukan kolaborasi dengan menjalin kerjsama untuk melakukan sosialisasi kepada kelompok pemuda yang dinilai rentan disasar pengaruh narkoba.
Kedua lembaga tersebut yakni KNPI dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar sosialisasi anti narkoba.
Sekretaris DPPKB Pangkep, Herlina, Senin (28/12) mengatakan, sosialisasi anti narkoba bagi pemuda sangat penting. Pasalnya, pemuda adalah kelompok rentan pengguna narkoba.
Menurutnya, generasi muda harus diberikan penyadaran agar tidak terjerumus menggunakan narkoba.
“Itulah sebabnya, sedini mungkin kita cegah mereka dari penyalahgunaan narkoba. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Intinya, proses yang kita lakukan adalah pencegahan,” ujar Herlina.
Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, DPPKB melakukan jemput bola. Salah satunya dengan sosialisasi di sekolah-sekolah. Akan tetapi, karena adanya Covid-19, sosialisasi dilakukan kerjasama dengan KNPI.
Sosialisasi dilakukan bersama KNPI, lanjut Herlina, karena, KNPI adalah organisasi pemuda yang bergerak yang diharapkan dapat menjadikan Pangkep lebih baik. Apalagi KNPI merupakan lembaga yang mengurusi kepemudaan, sehingga dinilai layak dan strategis dalam membina para pemuda.
“Selain sosialisasi seperti ini yang kita lakukan di delapan kecamatan. Kerjasama dengan KNPI juga akan dilakukan kegiatan positif berupa penanaman pohon di kecamatan Tondong Tallasa,” tambahnya.
Terpisah, Ketua KNPI kecamatan Pangkajene, Asriandi Alwi mengatakan, kedepan diharapkan para peserta menjadi contoh pemuda yang terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Serta terus menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada lingkungan sekitarnya.
“Pokoknya pemuda harus menjadi generasi pelopor untuk membangun kesadaran secara dini,” kata Asriandi. (Udi)
