SOPPENG, UJUNGJARI- Salah satu permasalahan yang sering meresahkan petani adalah hama tikus.Hampir tiap musim tikus menjadi musuh petani yang sukar diantisipasi.
Sehingga demi mengantisipasi serangan hama tikus, Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Soppeng intens melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) di Wilayah Kecamatan Marioriawa
Puluhan petani melakukan gerakan massal pengendalian hama tikus di lokasi kelompok tani mereka ujar Jumriah Staf BPP Kecamatan Marioriawa Kamis (04/02/2021)
Jumriah menambahkan bahwa ada beberapa paktor yang membuat Hama tikus menyerang salahsatunya dengan menyusutnya air danau sehingga tikus tikus yang dari danau merasa habitatnya terganggu akan merusak tanaman padi petani, kemudian pola tanam yang tidak beraturan jelas Jumriah.
Saya berharap agar para petani lebih semangat untuk melaksanakan gropyokan tikus setidaknya bisa meminimalkan serangan hama tikus. Tentu harapan kami adalah terbinanya semangat gotong-royong, kebersamaan di antara para petani.
Lebih lanjut Jumriah mengatakan bahwa hampir setiap desa kelurahan kami telah melakukan Gerdal dan itu di pimpin langsung oleh Kabid Kabid Tanaman Pangan dan Hultikultura Kabupaten Soppeng H.Suhardiman SP,MM dan koordinator BPP Kecamatan Marioriawa dan Ketua KTNA jelasnya.
“Hampir semua wilayah terserang hama tikus namun saya lihat di Lajaroko paling parah ada puluhan hektar sawah yang terancam gagal panen akibat serangan tikus”ujar Jumriah.
Terpisah Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikuktura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng Andi Fajar membenarkan jika puluhan hektar sawah yang ada di Kecamatan Marioriawa rusak gara gara serangan Hama tikus.
Ia betul itu namun data yang akurat nya saya tidak tau karena sekarang ini saya ada dilokasi kata Ir Fajar melalui telepon selulernya (Tono)
