Site icon Ujung Jari

Ini Alasan Bupati Enrekang Laporkan Wawan ke Polisi

ENREKANG, UJUNGJARI,COM –Penangkapan Wawan oleh tim reskrim Polres Enrekang, pada 7 Februari di Kota Makassar karena tulisanya disalah satu situs online yang dinilai telah merugikan Pemrintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang mendapat tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya Anggota Komisi III DPR RI, Supriansa seperti yang kutip dari salah satu media online.

“Apabila dijumpai sebuah pemberitaan yang diragukan kebenaranya, maka yang merasa dirugikan sebuah pemberitaan dia berhak meminta hak jawab sebagai mana diatur dalam pasal 1 dan pasal 5 UU nomor 1999 tentang pers.”

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Enrekang, Hasbar mengatakan bahwa, pihaknya sudah berusaha ingin melakukan hak jawab di media yang menerbitkan berita tersebut sesuai dengan perintah UU. Sementara identitas media updatesulsel.news tersebut tidak diketahui identitasnya.

“Bagaiman kami mau hak jawab dimedia yang sama, sedangkan identitas medianya ini updatesulsel tidak jelas, hal itu dibuktikan dari keterengan Kemenkumham bahawa tidak terdaftar perusahaanya dan begitu pula secara organisasi dari Kesbangpol dari kota Makassar tidak terdaftar,” kata Hasbar saat dihubungi melalui telpon genggamnya, Minggu (14/2/2021).

Sebelumya, Bupati Enrekang H Muslimin Bando (MB) juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, wartawan itu
sepengetahuanya punya kode etik. Identitas perusahaanya dan organisasinya itu juga harus jelas.

“Kemarin saya ditanya, pak bupati harusnya dulu memberikan hak jawab bukan langsung meloprkan ke polisi. Sebelum saya melaporkan kasus ini, kami ingin lakukan hak jawab sesuai dengan perintah UU, tetapi kantor medianya kami tidak tau dimana dan wartannya juga dimana,” ujar MB.

Karena identitas media tersebut tidak tau keberadaanya, sehingga pemkab Enrekang melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisisan setempat karena sangat menggangu jalanya roda pemerintahan di daerah kekuasaanya.

“Kita sudah keliling keliling cari dimana wartawan dan kantor medianya untuk dilakukan hak jawab. Tetapi karena kita tidak dapat wartawan dan medianya dimana untuk mellakukan hak jawab. Terpaksa kami mengadu ke polisi biar pak polisi yang cari,” jelas MB.  (suka)

Exit mobile version