GOWA, UJUNGJARI-Puluhan warga dari dusun Alerang, desa Bontolangkasa Selatan (Bonsel), kecamatan Bontonompo, Gowa terpaksa menyegel paksa kantor desa Bontolangkasa Selatan. akibatnya pelayanan publik di kantor tersebut mengalami kelumpuhan.
Penutupan paksa kantor desa ditempuh oleh warga dusun Alerang lantaran menduga panitia seleksi calon kepala dusun Alerang telah berbuat curang dan tidak netral.
” Kami terpaksa menutup kantor desa, karena kami kecewa panitia seleksi dan kades kami duga bersekongkol memenangkan calon kepala dusun yang tidak memenuhi persyaratan,” Beber Samaruddin Daeng Beta, warga dusun Alerang, Selasa (20/4/2021).
Selain menutup paksa kantor desa Bontolangkasa Selatan, warga juga mengancam tidak akan tunduk dan taat pada kepala dusun yang telah mendapat rekomendasi dari Camat Bontonompo
” Kami minta rekrutman cakadus diulangi, karena apapun yang terjadi kami tidak akan menerima kehadiran kepala dusun yang kami tengarai telah dicurangi,” Ujar Daeng Lurang warga dusun Alerang lainnya.
Sementara itu, Ismail B salah seorang cakadus Alerang juga mengatakan pihaknya akan mengadukan panitia seleksi cakadus dan kepala desa Bonsel kepemerintah kabupaten Gowa, hal itu akan ditempuh sebagai bentuk kekecewaan atas buruknya kinerja pansel cakadus Alerang.
” Kami akan mengadukan pansel dan kades ke bupati Gowa, terkait hasil pemilihan cakadus yang dicurangi,” Tandas Ismail B.
Dilain tempat, kepala desa Bontolangkasa Selatan, Firman Daeng Bunga membenarkan adanya warga yang melakukan penutupan kantor desa.
Namun menurut Sang Kades, penutupan kantor desa itu tidak berlangsung lama.
” Sekarang kondisi sudah aman, karena penutupan kantor desa tidak berlangsung lama, berkat bantuan Bimas dan Babinsa,” Ucap Firman. (Ari Irawan)
